Alarm 2035! Aging Population Mengintai, Jangan Remehkan Imunisasi Jika Tak Mau Repot di Hari Tua!
- IVAXCON
Imunisasi pada anak dan remaja merupakan langkah strategis untuk melindungi mereka dari penyakit infeksius yang dapat dicegah. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), menegaskan bahwa imunisasi bukan hanya hak setiap anak untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit berbahaya, serta kewajiban orang tua untuk memberikan akses kepada anak-anak mereka, tetapi imunisasi juga merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan anak dan masyarakat secara luas.
“Imunisasi dapat melindungi anak dari penyakit yang bisa dicegah dan juga komplikasi serius yang ditimbulkan dari penyakit tersebut. Pentingnya edukasi kepada masyarakat melalui tenaga kesehatan, bahwa penanganan penyakit setelah terjadinya komplikasi akan jauh lebih sulit, sehingga penting bagi orang tua untuk tidak ragu memberikan imunisasi pada anak sesuai anjuran,” jelasnya.
Seiring dengan kondisi yang terus berubah, Satgas Imunisasi IDAI secara berkala terus memperbarui rekomendasi imunisasi sesuai perkembangan ilmu kedokteran. “Saat ini ada 15 jenis vaksin yang direkomendasikan untuk diberikan sesuai tahapan usia anak, termasuk PCV untuk mencegah pneumonia, MMRV untuk penyakit akibat virus campak, gondongan, rubella, dan cacar air, Rotavirus untuk melindungi anak dari infeksi rotavirus yang menyebabkan diare berat, serta HPV untuk mencegah kanker serviks. Karenanya, penting bagi tenaga kesehatan maupun orang tua untuk dapat terus mengikuti pembaruan informasi terkait jadwal imunisasi, agar setiap anak memperoleh perlindungan yang optimal,” tambah Prof. Hartono.
Di hari kedua penyelenggaraannya, diskusi IVAXCON juga menyoroti pentingnya vaksinasi bagi kelompok dewasa dan lansia, sebagai segmen populasi yang kerap terabaikan dalam wacana imunisasi. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI, FINASIM menuturkan, "Data demografis menunjukkan bahwa Indonesia akan menghadapi aging population pada tahun 2035, dengan proyeksi jumlah penduduk lansia mencapai 48,2 juta jiwa atau sekitar 15,77 persen dari total populasi. Namun banyak orang dewasa dan lansia yang tidak lagi terproteksi oleh vaksin yang diterima pada usia anak, bahkan ada pula yang belum mendapatkan imunisasi lengkap ketika usia anak. Padahal kalangan ini rentan terhadap berbagai ancaman penyakit berbahaya”.
