Mitos-Fakta Pembekuan Sel Telur yang Dilakukan Luna Maya, Kesuksesan Hingga 100 Persen?
- IG @lunamaya
Jakarta, VoxPop – Luna Maya memilih untuk menjalani pembekuan sel telur sebelum resmi menikah dengan Maxime Bouttier. Luna menjalani prosedur tersebut pada tahun 2021, dengan harapan agar bisa membantunya dalam merencanakan memiliki keturunan.
Luna menjelaskan tindakan pembekuan sel telur itu merupakan salah satu bentuk persiapannya untuk bisa memiliki keturunan. Sebab, ketika berbicara mengenai masa reproduksi peluang seorang wanita untuk hamil secara alami menurun seiring bertambahnya usia karena kualitas dan jumlah sel telur yang menurun. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
"Aku sebagai seorang perempuan, kita semua tau perempuan itu diciptakan ada masa menstruasinya. Karena kita ada masa reproduksi, ada masa di mana kita menopause dan aku pikir ini ya sesuatu tindakan persiapan aja, supaya kalau telur aku masih muda," ujar dia, dikutip Kamis 8 Mei 2025.
Berbicara mengenai pembekuan sel telur atau freezing egg yang dijalani Luna Maya, ternyata masih ada banyak mitos dan fakta terkait dengan prosedur medis itu. Apa saja?
Maxime Bouttier dan Luna Maya.
- Instagram @lunamaya.
Berikut mitos fakta mengenai pembekuan sel telur yang dijelaskan oleh Director of Fertilty and Ooycte Preservation di Aspire Houston Fertility Institute, Dr. Sabouni, dikutip dari laman Houston Fertility Institute.
Mitos 1: Pembekuan sel telur adalah proses yang rumit.
Faktanya, pembekuan sel telur adalah proses yang relatif mudah dengan hanya beberapa langkah:
- Stimulasi Ovarium: Suatu prosedur yang melibatkan pengobatan hormonal yang meningkatkan jumlah sel telur yang tersedia untuk diambil.
- Pemantauan: Proses penilaian pertumbuhan dan kematangan telur.
- Pengambilan Sel Telur: Prosedur singkat dan minimal invasif yang dilakukan dengan anestesi untuk mendapatkan sel telur matang.
- Kriopreservasi: Setelah diuji kualitasnya, sel telur dibekukan melalui vitrifikasi, yang melibatkan krioprotektan dan pendinginan cepat untuk mengawetkan struktur telur.
- Penyimpanan: Sel telur disimpan pada suhu yang sangat rendah sampai dicairkan fertilisasi in vitro (IVF).
Mitos 2: Pembekuan sel telur tidak aman
Faktanya, pembekuan sel telur merupakan prosedur yang umumnya aman, namun proses ini dapat menimbulkan beberapa efek samping dan risiko, terutama dari obat-obatan yang digunakan dalam stimulasi ovarium.
