Gadis ini Sering Keluar Darah dari Mata, Dokternya Heran

Marnie Harvey
Sumber :
  • Daily Mail

img_title Olahraga yang Baik untuk Dapatkan Jantung Sehat

Awalnya, diceritakan kembali oleh Marnie, ia memang merasa tak enak badan dan mulai batuk darah.
img_title Ketahui Efek Jangka Panjang Minuman Alkohol untuk Kesehatan


img_title Ketahui Empat Keuntungan Memiliki Tubuh Pendek
Dia pun dikirim ke rumah sakit dan diminta melakukan scan dada, tetapi gejala mengkhawatirkan ini berlangsung selama dua tahun.

Marnie sering bolak-balik ke Rumah Sakit Staffordshire Utara dan melakukan scan darah lebih lanjut, yang lagi-lagi, kembali menunjukkan ada yang salah.

Dia mengembangkan rasa sakit di sisinya dan juga mulai menderita migrain dan sakit yang begitu buruk sehingga membuatnya harus melewatkan beberapa minggu pelajaran di sekolah.

"Kami memiliki surat medis, tetapi ada saat-saat aku tidak pergi ke sekolah selama berminggu-minggu karena migrain yang begitu buruk yang bisa saya lakukan adalah ke kamar dalam gelap, tidak bisa bergerak," katanya.

Dokter awalnya meyakini,  gejala keluar darah dari sejumlah bagian tubuh Marnie, mungkin berkaitan dengan dietnya.

Tapi, selama dua tahun menghindari susu, cokelat, gluten, gandum dan gula, tapi tidak ada yang berhasil.

"Mataku mulai berdarah. Kemudian hidung dan telinga. Itu merah dan kadang darah gelap yang mengalir. Darahnya tidak menyembur keluar hanya merembes," ceritanya.

Pada bulan Juni tahun 2015 Marnie mulai sering mengeluh sakit kepala. Dia sering tidur dengan salah satu bagian kepalanya terasa sakit, ketika dia bangun tidur sering merasa penglihatan kabur dan sakit di belakang mata.

Ketika dia pergi ke cermin, dia melihat  darah mengalir di wajahnya dan nyeri di belakang matanya.

"Mataku mulai berdarah, kemudian hidung dan telinga saya," katanya.

Karena dokter lagi-lagi tak bisa mendiagnosis sakit yang dideritanya, ia pun kembali diminta pulang. Ia juga sempat dirujuk ke spesialis THT, dan spesialis mata. Dia sempat diduga menderita tumor otak.

Sebagai ibu, Catherine ikut frustasi melihat putrinya, apalagi sejumlah dokter spesialis tidak bisa menemukan penyakitnya. Tapi, dokter menemukan,  sistem kekebalan tubuh Marnie rendah.

Meskipun hasil pemeriksaan selalu negatif, pendarahan terus sesering mengalir lima kali sehari dan Marnie mengatakan dia merasa seperti hidupnya ditahan.

Dia mengaku setiap hari harus berjuang untuk membuka matanya, dengan darah mengalir.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut