Hidung Sering Mampet dan Mimisan, Waspada Kanker Nasofaring

Ilustrasi menutup hidung.
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop.co.id – Kanker kepala dan leher mungkin belum banyak dikenal masyarakat. Padahal kanker ini keganasannya masuk peringkat kesembilan di dunia.

img_title Lebih dari 400 Ribu Kasus Kanker Baru di Indonesia, 70 Persen Terlambat Didiagnosis

Kanker yang berpeluang muncul di daerah kepala dan leher di antaranya kanker nasofaring, kanker laring atau pita suara, kanker rongga mulut, kanker parotis atau kelenjar liur, kanker rongga mata, dan kanker sinonasal.

Menurut Dr. dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM, kanker nasofaring adalah kanker yang terbanyak dalam kanker kepala-leher. Kanker ini menempati urutan ke-10 di antara kanker lainnya.

img_title Menkes Budi Gunadi: Penyakit Kanker Bisa Diobati dengan Melakukan Skrining Lebih Awal

Kanker nasofaring, kata Andhika, muncul di daerah lubang hidung atau belakang rongga hidung. Pembengkakan karena kanker ini bisa merusak struktur di sekitarnya. Karena letaknya yang tersembunyi, kanker ini sering tidak dikenali. Kanker baru diketahui ketika gejala sudah mulai muncul.

"Gejalanya muncul tergantung kemana pembengkakan itu mendorong, bisa ke telinga, hidung, saraf, hingga ke leher," ujar Andhika saat acara peringatan Hari Kanker Kepala Leher Sedunia di RSCM, Jakarta, Kamis, 10 Agustus 2017.

img_title Profil Shannen Doherty, Bintang Beverly Hills 90210 Meninggal Dunia Usai Melawan Kanker Payudara

Keluhan yang sering terjadi, lanjut Andhika, adalah hidung sering pilek, tersumbat, dan mimisan.

"Ada bunyi denging di telinga. Beda dengan dengung yang mungkin ada sumbatan mekanik, tapi denging ini high pitch, kita curigai ada gangguan saraf," katanya.

Gejala lain yang bisa muncul adalah mata juling dan penurunan berat badan. Andhika menambahkan, gejala yang biasanya sering muncul adalah benjolan di leher. Kemudian, ada rasa sumbatan di telinga bahkan hingga kehilangan pendengaran. Dari hilang pendengaran sedikit, hingga menjadi hilang sama sekali.

Selain itu, sumbatan telinga ini juga diiringi dengan nyeri kepala hebat. "Meski begitu, penemuan gejala ini jangan hanya gunakan satu lalu kita menganggap itu kanker. Harus ada beberapa gejala yang muncul, tergantung dari massa kanker itu mendekat ke mana," kata Andhika.
 

Ilustrasi kanker payudara. (Unsplash.com/Angiola Harry)

Dokter Ungkap Upaya Menurunkan Stadium Kanker dan Meningkatkan Harapan Hidup Pasien di Indonesia

Upaya menurunkan stadium kanker dan meningkatkan harapan hidup pasien dilakukan lewat deteksi dini, navigasi pasien, riset klinis, dan penguatan ekosistem onkologi.

img_title
VoxPop.co.id
13 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut