Diet Tinggi Lemak Ampuh Cegah Pertumbuhan Sel Kanker

Ilustrasi sel kanker.
Sumber :
  • Pixabay/skeeze

VoxPop.co.id – Tidak banyak yang tahu pentingnya peran lemak bagi tubuh, khususnya pada pengidap kanker. Ternyata, pasien kanker kerap kali membutuhkan porsi lemak lebih banyak dibandingkan orang normal, untuk mencegah pertumbuhan sel kankernya.

img_title Lebih dari 400 Ribu Kasus Kanker Baru di Indonesia, 70 Persen Terlambat Didiagnosis

Saat seseorang dinyatakan mengidap kanker, kebutuhan energi untuk tubuhnya bisa 150 persen lebih banyak dari orang sehat. Kebutuhan energi pada pengidap kanker juga harus mencakup 25-30 persen kalori per kilogram berat badan.

Perbedaan juga nampak pada asupan lemak yang dibutuhkan untuk pengidap kanker dan orang sehat. Sel kanker membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar utamanya untuk tumbuh dan menjauhi lemak karena dapat membuatnya berhenti tumbuh.

img_title Menkes Budi Gunadi: Penyakit Kanker Bisa Diobati dengan Melakukan Skrining Lebih Awal

"Pada pengidap kanker, lemak diperbanyak hingga 2 gram per hari agar sel kanker berhenti tumbuh. Sehingga para pengidap kanker disarankan diet tinggi lemak agar sel kanker tidak bisa hidup dan akhirnya memberi energi pada sel normal," ujar spesialis gizi klinis, DR. dr. Fiastuti MSc, SpGK kepada VoxPop.co.id, belum lama ini.

Namun, perlu dicatat bahwa lemak yang dibutuhkan bukan sembarang lemak. Lemak terbagi tiga yaitu lemak jenuh, lemak tidak jenuh ganda, dan lemak tidak jenuh tunggal. Kebutuhan pada pengidap kanker, sebaiknya diperbanyak dari lemak tidak jenuh.

img_title Profil Shannen Doherty, Bintang Beverly Hills 90210 Meninggal Dunia Usai Melawan Kanker Payudara

"Lemak tidak jenuh tunggal dari alpukat dan minyak zaitun dan lemak tidak jenuh ganda dari ikan, khususnya ikan laut serta omega 3. Nah, omega 3 ini yang penting dikonsumsi oleh para pengidap kanker agar kemampuan sel kanker berkembang bisa dihentikan," kata dia.

Omega 3 sendiri juga terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Sebab, omega 3 menjadi lemak tidak jenuh yang bersifat anti-inflamasi.

"Karena bersifat anti-inflamasi, omega 3 baik untuk mencegah infeksi pada pasien kanker. Selain itu, omega 3 memiliki efek anti-katabolik, agar pasien kanker tidak mudah kehilangan massa otot serta terbukti meningkatkan efek terapi," ucapnya.

Ilustrasi kanker payudara. (Unsplash.com/Angiola Harry)

Dokter Ungkap Upaya Menurunkan Stadium Kanker dan Meningkatkan Harapan Hidup Pasien di Indonesia

Upaya menurunkan stadium kanker dan meningkatkan harapan hidup pasien dilakukan lewat deteksi dini, navigasi pasien, riset klinis, dan penguatan ekosistem onkologi.

img_title
VoxPop.co.id
13 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut