Cerita Pahit dalam Secangkir Kopi Kintamani
- Kaboompics
![]()
(VoxPop/Bobby Andalan)
Hanya saja, belum juga kebutuhan kopi di Bali terpenuhi, sudah banyak yang dijual ke luar Bali. Sialnya, begitu kopi Bali diproduksi di berbagai daerah dan menjadi kopi siap saji, maka produk tersebut kembali dipasarkan di Bali dengan harga yang sudah barang tentu melambung tinggi. Alih-alih mengalami peningkatan produksi, sejak tahun 2016 hingga kini, produksi kopi justru mengalami kemerosotan drastis.
"Tahun 2017 kita harapkan terjadi peningkatan, tetapi merosot jauh dari tahun 2016. Tahun ini juga sepertinya akan merosot lagi. Persoalan yang muncul konversi dari lahan kopi menjadi kebun jeruk atau vila. Kedua, pemeliharaan petani yang relatif rendah. Pemeliharaan dan pemangkasan kopi itu kuncinya industri kopi. Belum lagi ditambah separuh produksi Bali mengalir ke Jawa dalam bentuk gelondong basah," tuturnya.
![]()
(VoxPop/Bobby Andalan)
Ia berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi petani dan pelaku industri kopi. Bahkan, ia meminta kepada pemerintah untuk turut serta memperhatikan dari hulu hingga hilir.
"Kami mohon agar nantinya mendapat perhatian yang lebih komprehensif, di mana sebetulnya industri kopi ini sudah sampai pada titik merah dari sudut produksi, karena terjadi penurunan drastis. Mohon diperhatikan ke depannya karena industri kopi punya potensi luar biasa dari segi pendapatan," harap Hendarto sembari mengatakan perusahaannya sudah mengimpor kopi sejak tahun 1825 silam itu.
