Langka, 3 Kuliner Tradisional Aceh Ini Cuma Ada Saat Ramadan
- VoxPop/Dani Randi
3. Ie bu peudah
Ie bu peudah adalah makanan sejenis bubur yang dimasak dari berbagai ramuan dan diolah dari 44 macam jenis dedaunan hutan, di antaranya daun peugaga, capa, oen tahe, muling dan sebagainya. Namun daun yang digunakan harus yang masih muda.
![]()
Lalu, ramuan itu dimasak dengan campuran lada, kunyit, lengkuas, dan bawang putih. Adonan rempah ini kemudian dicampur dengan beras dan kelapa yang telah diparut. Rempah yang digunakan sebagai bumbu akan terasa sedikit pedas. Karena itu, makanan ini disebut ie bu peudah atau air nasi pedas.
Makanan khas Aceh Besar ini sudah turun temurun dilestarikan. Bahkan setiap desa selalu memasak ie bu peudah di masjid, lalu dibagikan ke masyarakat. Tak ketinggalan, budaya gotong-royong menjadi kunci dalam memasak ie bu peudah.
Makanan ini sangat jarang dijual di pasaran. Namun, jika anda ingin mencicipinya, setiap masjid di wilayah Aceh Besar selalu memasak ie bu peudah selama Ramadan dan dibagiakan ke masyarakat sekitar secara gratis.
