Sashimi Versi Indonesia, Namanya Calok dari Kampung Segeram

Calok/udang kecil.
Sumber :
  • VoxPop/Bimo Aria Fundrika

VoxPop – Jika berkunjung ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau, calok adalah salah satu hidangan yang tidak boleh Kamu lupakan. Hidangan berbahan dasar udang rebon ini biasa dikemas dalam sebuah botol berukuran sedang dan difermentasi semalaman sebelum disantap.

img_title Rekomendasi 5 Resep Nasi Goreng Khas Daerah yang Ramah di Kantong dan Kaya Rasa

Meski terkenal di pusat Kota Natuna, bahkan kerap dibawa ke luar negeri, Kampung Segeram, sebagai salah satu penghasilnya hampir selalu dilupakan keberadaannya. Bahkan, setiap penduduknya terus berpindah setiap tahunnya dari kampung tersebut.

Untuk melacak dan mencari tahu asal-usul dari calok, belum lama ini VoxPop mencoba berkunjung ke Pulau Segeram. Ada dua opsi untuk bisa menuju ke sana, yakni via jalur darat atau jalur laut. Untuk jalur darat butuh waktu sekitar tiga jam dengan jalan yang belum beraspal dan membelah hutan kurang lebih satu jam.

img_title Efisiensi Operasional Kafe dan Restoran, Kemitraan Strategis Ini Picu Inovasi Industri Kuliner Indonesia

Untuk jalur laut sendiri cenderung lebih singkat. Butuh sekitar 30 menit ke Pelabuhan Binjai dan melanjutkan dengan kapal cepat selama 1 jam.

Saat itu kami memilih jalur laut. Setelah tiba di Segeram, tidak terlalu sulit menemukan penghasil calok. Dari 32 kepala keluarga yang tinggal di Segeram, hampir 90 persennya merupakan produsen calok. Kami akhirnya bertemu dengan Syahrul Nizam, salah satu dari mereka.

img_title Akui Kuliner Indonesia Sangat Enak, Kim Soo Hyun Khawatir Balik ke Korea Jadi Gemuk

"Jadi calok itu udang kecil yang dicampur dengan gula putih dan kemudian dimasukkan ke dalam semacam botol saus," ucap Syahrul.

Untuk membuat calok sendiri, udang yang ditangkap di lepas sungai dibersihkan dalam air di dalam bakul. Kemudian udang itu kembali dicuci dengan air laut, dan didiamkan selama semalaman. Barulah setelah itu dicampur dengan gula dan garam, lalu dimasukkan ke dalam botol.

"Setiap satu botolnya dijual dengan harga Rp12-Rp15 ribu. Ini bisa tahan sampai kurang lebih satu bulan," kata Nizam.

Menyantapnya pun sangat mudah. Calok bisa dimakan hanya dengan nasi hangat atau dicampur dengan lauk lainnya. Selain didominasi dengan rasa udang, calok juga memiliki rasa gurih. Maka tidak heran jika calok terkenal di seluruh bumi Natuna.

"Tapi kalau yang dijual di sana, Ranai, itu sudah dilabeli sama orang sana. Jadi mereka tidak tahu kalau calok itu berasal dari Segeram," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut