Cerita Unik di Balik Ayam Merangkat, Kuliner Khas Lombok
- Instagram @araiamelya
“Biasanya ayam merangkat itu pedes, kenapa pedes ayamnya sedikit pesertanya banyak (agar tidak terlalu banyak makan),” ungkap Pahrul.
“Kemudian setelah di masak bareng, kan ada pengantin di sana, pengantin itu kita siapkan tiga menu, pertama kelor yang kedua telur ayam kampung yang ketiga adalah ayam merangkat
Kemudian, ayam yang telah dimasak disajikan, khusus untuk pengantin ayam merangkat disajikan juga bersama dua hidangan tambahan yakni daun kelor dan talur ayam kampung. Bukan tanpa alasan, tapi ada makna di balik pemberian penambahan daun kelor dan telur.
"Kelor diberikan supaya dengkul pengantin kuat, kalau telur disajikan guna menambah stamina, sedangkan ayam merangkat untuk mengenyangkan perut," kata Pahrul.
Sementara, untuk pengunjung atau tamu desa, maka hanya akan disajikan ayam merangkatnya saja dengan tambahan hidangan pelengkap lainnya seperti ares (olahan batang pisang), urap urap, sate pusut, tortila dan ikan bakar.
