Rayakan Hari UMKM Nasional, Puluhan Pedagang Kuliner Khas Solo Berkumpul di Puro Mangkunegaran
- VoxPop: Surya Aditiya
Semangat yang sama juga ditunjukkan Heru Novianto selaku pemilik Soto Seger Hj Fatimah. Ushaa ini telah dirintis oleh orang tuanya sejak 1998. Sebagai generasi kedua, upaya yang dilakukan Heru untuk mempertahankan kuliner khas Solo ini dengan cara mempertahankan resep dan menjaga kualitas bahan baku pembuatan soto.
Berkat hal tersebut, Heru berhasil mendongkrak penjualannya, terlebih setelah ia mulai melakukan penjualan secara online. Kini Heru berhasil melebarkan sayap dengan membuka total 14 cabang di beberapa kota.
Pedagang leker gajahan Solo
- VoxPop: Surya Aditiya
Manfaat yang sama juga dirasakan oleh Sulistiyono pemilik Leker Gajahan yang meneruskan usaha mertuanya. Didirikan sejak 2012 leker ini mengaku mengalami peningkatan penjualan setelah mencoba untuk berjualan online.
Menurut Sulistyo, usaha yang dijalankan sejak 2014 ini sudah cukup dikenal oleh masyarakat Solo, sebab cara pembuatannya masih tradisional dengan dimasak menggunakan cetakan serabi. Selin itu varian rasa yang beragam juga membuat leker buatannya banyak disukai seluruh kalangan.
Pedagang Selat Viens
- VoxPop: Surya Aditiya
Serra Argo Rianda (36) pemilik Selat Viens juga berusaha menjaga resep asli yang diturunkan dari orang tuanya. Dia mengaku resep ini didapat sejak zaman Kolonial Belanda. “Karena Belanda Sukanya makan daging, sedangkan Keraton Solo Sukanya makan sayur, dibuatlah kombinasinya,” ujar Serra.
Sebagai anak, Serra bertekad usaha yang dirintis orang tuanya itu semakin besar dan dikenal orang banyak, sehingga pada 2016 silam ia langsung menjualnya secara online. Hingga kini Selat Viens telah berhasil membuka 11 cabang di kota Solo.
Pemilik, Cold N Brew Sulis Ardiana
- VoxPop: Surya Aditiya
Terakhir, pemilik Cold N Brew, Sulis Ardiana (28) juga merasakan manfaat berjualan online. Beda dari yang lain, Sulis tidak meneruskan bisnis keluarga, namun bisnis kedai kopi yang ia bangun pada 2016 silam adalah kedai kopi permulaan yang ada di Solo sebelum banyak yang membuka.
“Setelah berjualan online yang paling terlihat adalah peningkatan omzet, itu bisa meningkat sampai 15 persen. sebab konsumen yang nggak bisa dateng, dia bisa pesen dari rumah dan ada promo-promo menarik di sana, itu sih yang membuat peningkatan setelah jualan online,” pungkasnya
