Seni Pembuatan Dessert Jepang Wagashi dan Yogashi, Secantik dan Seenak Apa?

Dessert Jepang Wagashi
Sumber :
  • ana.co.jp

Jakarta, VoxPop – Makanan tradisional merupakan salah satu pionir penggabung tradisi dan budaya yang paling digemari oleh masyarakat. Ketika Anda berkunjung ke suatu tempat atau suatu negara, tentunya makanan tradisional termasuk pada salah satu poin yang ada dalam to do list Anda. 

img_title Ide Resep Puding Susu Karamel untuk Buka Puasa Hari Ini

Beberapa makanan tradisional luar negeri kini bisa Anda dapatkan di pasar lokal, tentunya dengan sentuhan yang masih sangat otentik. Salah satu negara yang sukses membawa makanan tradisionalnya ke Indonesia adalah Jepang.

Negara yang terkenal akan keindahan bunga sakuranya ini kaya akan berbagai penganan manis yang pastinya tidak jarang akan Anda temui di berbagai buku menu. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Chef Ungkap Kunci Sukses Bikin Dessert, Pemula Wajib Tahu!

Dessert Jepang Wagashi

Photo :
  • ana.co.jp

Beberapa diantaranya adalah Mochi Daifuqu, Dorayaki dan dessert lainnya adalah beberapa jenis dessert dari Jepang yang kini mudah Anda temukan di Indonesia. Salah satu dessert Jepang yang bisa kalian nikmati ialah Wagashi dan Yogashi dari Maison Sougetsu.

img_title Eksklusif, Menu Spesial untuk Penggemar SEVENTEEN yang Tak Ingin Kehilangan Momen

Berbicara mengenai dua dessert tersebut, cukup unik sebab, kunci rasa yang sesungguhnya ada di balik tangan-tangan yang meracik panganan tersebut dengan sedemikian rupa.

Mengingat Jepang adalah negara yang sangat detail dan artistik dalam budaya makanan, cerita dan pengalaman adalah guru besar bagi pembuatnya.

Wagashi merupakan istilah yang digunakan oleh masyarakat Jepang untuk membedakan kudapan manis tradisional Jepang dengan panganan manis dari Barat, disebut juga Yougashi.

Inspirasi utama mengenai tema dalam pembentukan Wagashi adalah alam, bunga, atau hewan. Jepang adalah negeri dengan 4 musim, yang membuat setiap musimnya menyajikan serangkaian bentuk wagashi yang berbeda.

Penggunaan istilah wagashi mengartikan bahwa kudapan tradisional ini dibuat tanpa percampuran budaya kuliner dari luar Jepang. Kue-kue yang digolongkan dalam istilah wagashi umumnya berjenis seperti Mochi, Dango, atau Dorayaki. Secara umum, Wagashi disajikan bersama-sama dengan green tea.

Selain rasanya yang manis, Wagashi terdiri atas bentuk-bentuk yang cantik dan indah. Wagashi bukan hanya sekadar makanan, namun juga sebagai simbolisme karya seni yang patut mendapat apresiasi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut