Tanpa Asisten Rumah Tangga, Siapa Takut!
- Pixabay/Condesign
VoxPop.co.id – Cucian segunung, setrika menumpuk, piring kotor menanti dicuci, rumah kotor dan berantakan. Belum lagi anak menangis, ditambah bayangan soal 'si mbak' yang tidak kembali ketika anak-anak masuk sekolah mulai ada di benak para ibu ketika akan ditinggalkan pembantu mudik ke kampung halaman sepekan sebelum Lebaran.
Melihat kondisi rumah bagai kapal pecah, tentu akan membuat para ibu merasa kesal, dan seringkali terbawa emosi.
Bayangan itu terus menghantui para ibu, dan membuat gusar. Setiap tahun menjelang dan paska Lebaran, ketiadaan asisten rumah tangga sering membuat mereka kewalahan mengurus tetek bengek rumah.
Selama ini, mayoritas keluarga di Indonesia menganggap ART bagian penting dari keluarga. ART adalah orang yang dibayar untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rutin rumah mulai dari menyapu, mengepel, mencuci, memasak dan menjaga anak-anak di rumah.
Tak heran jika selama ini masih banyak para keluarga di Indonesia, menganggap ART sebagai tulang punggung kelangsungan roda kehidupan keluarga. Mereka menjadi sangat tergantung dengan keberadaan ART.
Pentingnya peran ART diakui Yolanda, ibu rumah tangga beranak dua. Ia sangat tergantung dengan keberadaan ARY. Selama ini, ia bahkan menggunakan dua jasa ART untuk mengurus semua kebutuhan rumah tangganya sehari-hari. Dia menyiapkan anggaran sekitar Rp3 juta untuk kedua ART-nya.
Saat pembantu akan mudik, dia juga harus menyiapkan Tunjangan Hari Raya, di luar buah tangan untuk keluarga mereka di kampung halaman. Ini selalu dilakukan, agar asistennya kembali bekerja setelah libur Lebaran usai. Maklum katanya, saat ini, banyak ART yang enggan kembali bekerja setelah libur Lebaran usai. Mereka, rata-rata mencari induk semang lain yang berani membayarnya lebih mahal.
Meski statusnya sebagai ibu rumah tangga yang tak bekerja, Yolanda mengaku selalu kerepotan mengurus rumah. Apalagi, dua anaknya masih kecil. Ditambah lagi, sang suami, jarang di rumah karena pekerjaannya yang mengharuskan dia berpindah lokasi dari kota satu ke kota lainnya.
"Yang bikin repot itu kalau cucian menumpuk, apalagi ada bayi. Kalau anak sudah besar, mungkin saya nggak pakai jasa ART. Masalah ini ada menurutku untuk yang punya bayi dan balita," katanya seraya menceritakan bagaimana repotnya saat ditinggal asisten mudik ke kampung halaman.
