Menjajal Nikmatnya Surf n' Turf Olahan Chef Buli
Kamis, 28 Juli 2016 - 11:52 WIB
Sumber :
- VoxPop.co.id/Rintan Puspitasari
VoxPop.co.id - Setiap restoran memiliki caranya sendiri agar berbeda dengan restoran lainnya, dan yang pasti bisa menarik minat pencinta kuliner. Mulai dari menciptakan kreasi menu baru, interior, hingga mendatangkan chef khusus.
Bagi penikmat kuliner, nama Chef Robert Veenendaal atau yang lebih sering disebut dengan nama Chef Buli, sudah tentu bukan nama baru di dunia kuliner. Chef kelas dunia yang juga merupakan Chef di Colosseum Jakarta ini akan memberi kesempatan para pencinta kuliner untuk sekali lagi mencicip kelezatan kreasi hidangannya di Socieaty.
Baca Juga
Tidak lama, hanya satu hari, pada 31 Juli 2016, hidangan yang langsung dibuat oleh Chef Buli akan ada di restoran yang terletak di Plaza Indonesia itu. Empat hidangan yang akan disajikan antara lain Truffle Beef Tart dan Orange Sparkle Angel Hair, sebagai pembuka, diikuti hidangan signature Surf n' Turf dan Tiramisu kreasi Chef Buli, Bulimisu.
Truffle Beef Tart hasil kreasi Chef Buli terdiri atas Beef pastrami, paprika mayo, citrus salt, dan truffle oil, disajikan dengan Edible flower di atasnya. "Ini Tortila pizza, saya menyebutnya tart karena ukurannya kecil," ujar Chef Buli yang ditemui di Socieaty, Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 27 Juli 2016.
Disajikan berbentuk gulungan, Orange Sparkle Angel Hair, yaitu Angel hair pasta, dengan kombu dilengkapi dengan garnish berupa Tobiko, silver leaf. Untuk hidangan utamanya adalah Surf n' Turf. Hidangan yang mengombinasikan daging merah dengan seafood.
Dalam satu piring Surf n' Turf milik Chef Buli, terdiri atas daging, udang besar, scallop, asparagus, garlic white wine sauce untuk dagingnya, dan mashed potato.
Daging yang diolah dengan cara sous vide membuat tekstur daging lembut dengan kematangan yang merata. Jika biasanya metode ini menggunakan suhu 60 derajat celsius, Chef Buli menggunakan suhu 62 derajat celsius.
"Saya makan kalau di Australia 60 derajat celsius, tapi orang di sini tidak mau daging yang masih merah, jadi suhu saya naikkan 62 derajat celsius, dengan teknik masak pan seared," kata dia.
Halaman Selanjutnya
