Miris, Ratusan Kuliner Khas Palembang Nyaris Punah
- VoxPop.co.id/Aji YK Putra (Palembang)
![]()
(VoxPop.co.id/Aji YK Putra)
Hasil Betah di Dapur
Pada dasarnya, ratusan kuliner yang dimiliki Palembang sendiri dikarenakan kegemaran para kaum hawa di sana menghabiskan waktu di dapur.
Orang Palembang, kata Rozak, dahulu dikenal doyan makan. Dalam satu hari, begitu banyak makanan yang selalu disediakan.
“Aslinya wong Palembang memang doyan makan. Karena perempuannya suka di dapur terus. Sehingga banyak makanan yang dibuat. Bahkan menunya selalu berubah. Dari pagi sampai malam," katanya.
Sementara itu, menurut seniman dan budayawan Palembang, Kemas Anwar Beck yang akrab disapa Yaii Beck, Palembang sebenarnya memiliki kekayaan kuliner yang tinggi. Sayang, dari ratusan makanan khasnya, saat ini hanya sedikit sekali yang dikenal orang.
"Melihat fenomena ini kita prihatin. Karena anak muda sudah tidak tahu lagi makanan khas Palembang. Hanya mengenal pempek," ujarnya.
Ia pun menyebutkan beberapa kuliner yang dimiliki Palembang, seperti Model, Celimpungan, Lakso, Maksuba, Enggka, Dadar Jiwo, Gandus, Putu Embun, Bangkit, Tapel, Pare, Lumpang, Manam Sahmin, Kumbu Kacang dan lain-lain. Banyak di antaranya yang berada di ambang kepunahan.
Salah satunya, Dadar Jiwo yang dibuat menggunakan telur dadar, namun dibentuk menjadi dadar gulung dan diisi dengan sayuran seperti tumisan pepaya muda. Sedangkan bagian luarnya ditaburi dengan bawang goreng, daun sop, irisan cabai hingga ada taburan abon yang membuatnya semakin gurih.
"Menurut saya makanan Palembang masih banyak yang belum terekspos dan diangkat. Padahal makanan-makanan tersebut enak, lho. Kalau yang saya tahu, makanan jadul ini masih ada di daerah 5 Ulu. Harapan saya kuliner Palembang dipelajari lagi dan dikembangkan," ucap Kemas.
