10 Kebiasaan Ini Perlu Diajarkan pada Anak Sebelum Remaja

Ilustrasi orangtua dan anak.
Sumber :
  • Pixabay

VoxPop – Orangtua adalah segalanya bagi anak. Sah-sah saja, jika Anda beranggapan demikian. Tetapi, hal itu tidak lagi berlaku, ketika anak sudah berusia belasan. Lho, kenapa?

img_title 5 Cara Buat Anak Jadi Pintar Sejak Dini Menurut Ahli Saraf Harvard, Ternyata Mudah!

Ya, ketika anak masih bayi sampai balita, perhatiannya hanya tertuju pada Anda, bahkan ia bisa memandang Anda sebagai 'dewa penolong'. Tetapi, menjadi sangat berbeda, ketika ia beranjak remaja (bahkan bisa lebih awal dari itu). Pamor orangtua di mata anak, bisa merosot turun, menjadi yang ketiga, setelah guru dan teman.

Hal itu dikatakan seorang dokter anak di laman Parenting. Diakuinya, ketika anak sudah besar, peran mengasuh anak semakin terbatas. Tetapi, ia mengaku beruntung, karena telah menerapkan kebiasaan positif sejak kecil, yang akhirnya membentuk kepribadian anak. Sehingga, antara orangtua dan anak, tercipta hubungan yang harmonis.

img_title Tips untuk Orang Tua Batasi Media Sosial Anak-Anak

Kebiasaan-kebiasaan yang ia mulai dari usia dini anak itu, antara lain:

1. Makan malam bersama

img_title Mendidik Generasi Tangguh: Tips Dokter Aisah Dahlan Cegah Anak Terjerumus Liberalisme

Keluarga makan bersama.
Kunci pengasuhan sukses pada remaja salah satunya adalah tentang menyediakan waktu tatap muka dengan mereka. Orangtua perlu rajin memberi anak perhatian. Menetapkan kebiasaan untuk makan bersama sehari sekali dinilai cukup untuk menjalin komunikasi positif antara anak dan orangtua.

2. Letakkan handphone saat bersama anak
Terutama saat makan malam. Meja makan semestinya menjadi area steril dari aktivitas gadget. Ini adalah saat anggota keluarga mencurahkan perhatian pada makanan dan saling berbagi cerita untuk membangun interaksi.

3. Sisihkan waktu untuk membicarakan hari mereka
Penting bagi remaja untuk mendapat perhatian orangtua. Sesibuk apapun Anda dengan pekerjaan, sempatkan untuk bertanya setiap hari tentang bagaimana dia di sekolah, meski lewat pesan teks atau email.

4. Lakukan kontak fisik
Upayakan untuk senantiasa memberikan kontak fisik pada anak. Meski hanya berupa tepukan di pundak, membelai rambut. Tak harus lama, tapi pastikan selalu ada.

Psikolog anak dan keluarga, Virginia Satir, mengatakan bahwa orang-orang memerlukan empat pelukan sehari untuk merasa nyaman, delapan pelukan sehari untuk perawatan, dan dua belas pelukan per hari untuk pertumbuhan.

5. Update dengan teknologi

Ilustrasi anak dan orangtua.
Saat anak beranjak remaja, ia harus sudah terbiasa bahwa orangtua perlu tahu apapun aktivitasnya. Termasuk, game yang ia mainkan di gadget, video yang ia tonton, informasi yang ia akses. Untuk itu, Anda pun perlu update dengan penggunaan teknologi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut