Orang Tua Wajib Tahu, Gaya Belajar Seperti Apa yang Disukai Anak
- Unsplash
Penerapan metode STEAM yang terus dilaksanakan selama virtual schooling oleh Sampoerna Academy menunjukan hasil yang positif. Selama kurang lebih dua bulan diselenggarakannya virtual schooling, tingkat kehadiran siswa terjaga dengan efektif yang ditunjukan dengan persentase tingkat kehadiran sebesar 88,87 persen.
Selain itu para siswa pun terus terlibat secara aktif melalui berbagai tugas yang diberikan dengan tingkat penyelesaian tugas sebesar 99,3 persen. Keseluruhan kegiatan belajar mengajar ini pun dinilai efektif oleh para orang tua, 97 persen orang tua merasa puas dengan kegiatan belajar mengajar anaknya. Tingkat persetujuan belajar dari para orang tua pun mencapai angka 81 persen.
Jovita Maria Ferliana, M.Psi,Psikolog selaku Psikolog mengatakan, “Ada banyak gaya belajar anak, mulai dari gaya belajar auditori, visual, hingga kinestetik. Anak yang punya gaya belajar kinestetik akan lebih menyukai aktivitas pembelajaran yang aktif, bergerak, lewat sebuah permainan, berbeda dengan gaya belajar anak auditori yang lebih menyukai ketenangan."
Dengan memahami gaya belajar spesifik dari sang anak, akan memudahkan kita untuk mendukung mereka menerima dan menangkap pelajaran. Apalagi di masa virtual schooling, dimana orang tua menjadi pendamping dan jembatan antara guru dan murid selama masa pengajaran. Lebih lanjut, Jovita menjelaskan cara orang tua untuk menemukan gaya belajar anak, “Sering menghabiskan waktu bersama anak secara tidak langsung dapat memahami gaya belajar sang anak. Selain itu, perlunya menanyakan kesulitan yang dihadapi dan juga melakukan komunikasi antar orang tua dan guru, selaku tenaga pendidik yang sehari-hari mengajarkan anak secara langsung.”
Gisella Anastasia seorang public figure sekaligus orang tua murid Sampoerna Academy menyambut positif inisiatif kolaborasi dari Sampoerna Academy ini, “Masa virtual schooling ini memang benar-benar menyadarkan saya bahwa saya perlu mengenal gaya belajar Gempi."
Selama ini kata Gisel, perkembangan Gempi di sekolah sudah sangat baik yang tentunya tidak lepas dari peranan para guru di Sampoerna Academy yang menerapkan metode STEAM dan Project Based Learning.
Dan dengan mengetahui gaya belajar Gempi yang lebih menyukai kegiatan belajar yang berhubungan dengan seni dan sensorial saya dapat mendukung kegiatan belajar mengajar yang saat ini dilakukan melalui virtual schooling. Kegiatan belajar jadi lebih menyenangkan bagi anak dan tetap efektif dengan adanya peranan aktif saya sebagai orang tua untuk bisa berkolaborasi dengan para guru.”
