Tantangan saat Pandemi, Mendikbud Nadiem: Orang Tua Sentral Pendidikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VoxPop – Dalam situasi yang mengutamakan pertimbangan kesehatan dan keselamatan semua, dunia pendidikan menghadapi tantangan pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar bagi siswa. Orang tua serta guru, dituntut untuk bisa lebih aktif lagi mendorong aktivitas pendidikan secara keratif, termasuk pendidikan gizi.

img_title Nadiem soal Heboh Pengadaan Laptop Rp9,9 T: Mitigasi Pembelajaraan saat Pandemi Covid-19

Literasi gizi semakin penting untuk dipahami dan diterapkan sebagai bagian dari pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif yang diperlukan untuk melalui masa pandemi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim, B.A, M.B.A, mengatakan bahwa peran orang tua sangat besar dalam mencegah penularan virus corona jenis baru tersebut.

img_title Dharma Sebut Pasar Tanah Abang Alami Penurunan Omset Akibat Pandemi COVID-19

Pendidikan terkait pola hidup bersih dan sehat harus diterapkan anak melalui contoh serta edukasi tepat dari pihak keluarga sebagai lingkungan terdekatnya. Hal itu disampaikan saat webinar Gerakan Nusantara (Gernus) yang digagas oleh Kemendikbud RI dan Frisian Flag Indonesia.

Baca juga: Operator Seluler Beri Bantuan, Nadiem Makarim Kasih Peringatan

img_title Biaya Medis di Indonesia Melonjak, Gimana Nasib Tunjangan Kesehatan Karyawan?

"Saya menyampaikan apresiasi kepada  Frisian Flag Indonesia yang telah menginisiasi Gerakan Nusantara Program Edukasi Gizi. Hikmah di masa pandemi kita diajarkan mengenalkan paradigma baru pendidikan yang lebih kolaboratif , kreatif dan inovatif. Orang tua adalah sentral di dalam pendidikan anak," ujar Mendikbud Nadiem.

Ada pun sejak diluncurkan tahun 2013, Gernus terus memaksimalkan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam hal literasi gizi kepada siswa-siswa sekolah dasar.

Gernus mengutamakan kegiatan-kegiatannya untuk mendukung Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) yang digagas Kemendikbud RI.

Dalam kesempatan yang sama, pakar gizi Kesehatan Masyarakat dan Guru Besar FKM UI Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH menekankan pentingnya sikap dan semangat untuk meningkatkan dan mempraktikkan pengetahuan dalam hal literasi gizi.

Ia menekankan Pedoman Gizi Seimbang dan ‘Isi Piringku’ perlu diajarkan di sekolah dan rumah mencakup pemahaman dasar tentang gizi seimbang.

"Termasuk pentingnya konsumsi minimal segelas susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi perkembangan otak dan fisik yang optimal bagi anak-anak usia prasekolah dan sekolah. Protein hewani dan zat gizi lainnya yang dikandung susu sangat penting untuk membantu menjaga imunitas tubuh keluarga selama masa pandemi," kata Sandra.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut