Hati-hati, Risiko Ini Mengintai Jika Ibu Hamil Kurang Minum
- U-Report
Terkait hal ini, Ahli Obstetri dan Ginekologi FK UI dan RSCM Jakarta, Prof. Dr. dr. Budi Imam Santoso SpOG (K) menjelaskan, oligohidramnion merupakan kondisi berkurangnya cairan amnion atau ketuban.
"Pada kondisi oligohidramnion, secara kuantitatif, volume cairan amnion atau cairan ketuban yang dimiliki oleh ibu tersebut kurang dari 500 mL atau memiliki angka ICA (Indeks Cairan Amnion) kurang dari 5 cm. Secara umum, prevalensi oligohidramnion pada ibu hamil berada di angka 3-5 persen dan umumnya terjadi pada trimester ketiga," tuturnya.
Lebih lanjut Budi mengatakan, penelitian yang dilakukan di Low Middle Income Countries menyebutkan bahwa kejadian oligohidramnion ditemukan pada 1 dari 150 kehamilan ibu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai etiologi, salah satunya kondisi kurang air pada masa kehamilan.
Prof Budi juga menyimpulkan, berdasarkan beberapa publikasi ilmiah, pemberian air minum untuk ibu hamil dengan oligohidramnion tanpa kelainan maternal atau fetal pada trimester ketiga (28-37 minggu) dapat meningkatkan ICA atu jumlah cairan ketuban.
"Pemberian air minum secara oral memiliki efek yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian cairan secara intravena. Tambahan jumlah air minum per hari yang dibutuhkan ibu hamil dengan oligohidramnion untuk memberi efek peningkatan ICA berkisar antara 1500-2500 mL, tergantung kondisi masing-masing ibu hamil," pungkasnya.
"Sedangkan berdasarkan Permenkes RI nomor 28 tahun 2019, dianjurkan bagi seorang ibu hamil di Indonesia mengonsumsi 2450 sampai 2650 mL air atau setara sekitar 10-11 gelas sehari," sambung dia.
Sementara itu, Nutrition & Science Director Danone-AQUA, dr. Tria Rosemiarti juga turut menjelaskan, selain kuantitas air minum, penting juga memerhatikan kualitas air yang dikonsumsi selama masa kehamilan.
"Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan 492/2010, air minum yang baik memiliki kriteria tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. Hal yang perlu diingat juga kita harus memastikan sumber airnya berkualitas dan terlindungi," terang dr. Tria Rosemiarti.
