5 Tips Parenting Agar Anak Cerdas
- Freepik/senivpetro
3. Banyaklah bertanya dan sedikit menjelaskan
Ilustrasi ibu dan anak/parenting/anak bermain.
Skill problem solving pada anak akan terlatih apabila kita sebagai orang tua banyak bertanya kepada anak. Hal tersebut juga ternyata dapat mempertajam imajinasi pada anak. Mulailah dari pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti “apa yang harus dilakukan jika lampu lalu lintas berwarna merah?”. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan pada anak, maka akan menunjukkan keberhasilan kamu saat mengajari mereka sehingga mereka pun akan mulai bertanya dengan “mengapa”. Meskipun sedikit agak lelah, tapi itu merupakan hal yang bagus bagi anak yang cerdas.
4. Mendukung pertemanan yang sehat pada anak
Ilustrasi pertemanan.
Meskipun seharusnya anak memang dapat bermain dengan siapa saja, namun sebagai orang tua kamu juga berhak membatasi pergaulan anak dengan teman-temannya. Hal itu guna menghindari anak dari pergaulan dan lingkungan yang kurang baik sehingga dapat menjerumuskan anak pada hal-hal yang buruk. Jika anak pertemanan anak sehat maka kecerdasannya akan terus berkembang. Sebaliknya, jika pertemanannya kurang baik maka kemungkinan akan menimbulkan masalah dikemudian hari.
5. Jangan memaksa anak
Ilustrasi ibu dan anak/parenting.
Karakter yang dimiliki tiap anak sejatinya berbeda-beda, maka sebagai orang tua kamu lebih baik mengarahkannya pada hal-hal yang baik. Ketahui dulu karakter anak dan apa saja yang sekiranya mereka sukai. Setelah itu barulah diarahkan agar keinginannya itu dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan. Jadi, angan pernah memaksakan anak dengan kehendak orang tua atau dengan hal yang tidak mereka sukai. Hormatilah keinginan mereka, tetapi dengan catatan, selama perilaku anak masih dalam batas wajar dan tidak menyimpang.
Hal yang seharusnya tidak dilakukan
Saat pola parenting diterapkan pada anak, tak jarang terjadi kesalahan-kesalahan yang tanpa disadari muncul. Padahal tujuan awalnya baik yaitu ingin membuat anak menjadi semakin cerdas namun ternyata salah. Hal yang seharusnya tidak dilakukan saat menerapkan pola parenting pada anak diantaranya adalah:
Ekspektasi yang terlalu tinggi pada anak
Saat melakukan pola parenting pada anak, kamu harus bersikap realistis dan jangan berlebihan. Karena ekspektasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan orang tua dan anak itu sendiri stres bahkan parahnya lagi bisa depresi.
