Dear Moms, Ini Trik Mudah Asah Bakat Anak Remaja

Ilustrasi anak remaja.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Kesehatan mental merupakan sebuah kondisi yang berdampak besar bagi setiap tahap kehidupan karena menyangkut kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial kita. Kesehatan mental turut membentuk bagaimana kita merasa, bagaimana kita berpikir dan bagaimana kita bertindak. 

img_title Miris! Anak Remaja Ini Ancam Ibunya Pakai Pisau Gegara Tak Dibelikan Skincare, Warganet Geram

Tidak dapat dipungkiri, situasi pandemi yang berkepanjangan telah memberikan dampak yang cukup kompleks. Munculnya rasa cemas, stres dan ketidakpastian yang berkelanjutan yang diciptakan oleh pandemi COVID-19 cukup membebani anak-anak dan remaja sehingga membawa mereka pada berbagai macam permasalahan kesehatan mental.  

Sementara itu, fase anak dan remaja adalah fase yang sangat penting sehingga mereka memerlukan pondasi kesehatan mental yang kuat agar dapat memenuhi tugas perkembangannya dan mengembangkan diri secara optimal.

img_title Ini Cara Menciptakan Liburan Sekolah yang Bermanfaat Sekaligus Seru Bagi Anak Remaja

Pondasi ini akan memampukan mereka berkembang dengan cara yang sehat, mampu membangun hubungan sosial yang sehat, mampu beradaptasi dengan perubahan, memaksimalkan potensi maupun talenta yang dimiliki dan mampu menghadapi tantangan hidup.

"Mental health itu soal kesejahteraan, emosional, dan sosial kita. Itu terkait dengan bagaimana kita bicara, berpikir, dan tentu mengembangkan talenta," tutur Psikolog Yasinta Indrianti, M.PSi., dalam acara virtual Yupi's Got Talent 2022, baru-baru ini.

img_title Bun, Cara Ini Bisa Mengasah Bakat dan Nilai Sosial Anak

Oleh karena itu kesehatan mental memberikan dampak yang positif dalam membangun kesehatan psikologis, menumbuhkan rasa bahagia serta meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Yasinta menjelaskan bahwa dengan adanya bakat, maka anak dan remaja akan lebih mudah mencapai impiannya menuju sukses.

"Bicara bakat dan talenta. Itu ibarat tujuan hidup, maunya bahagia. Anggap bahagia adalah pelabuhan merak. Jadi itu adalah tujuan akhir. Kenali bakat ibarat kita bangun jalan tol. Itu nggak gampang prosesnya. Kalau orang kenali bakat, ibarat buat jalan tol memang sulit di awal tapi akhirnya bebas hambatan," ujarnya.

Berbeda dengan anak yang belum mengenali bakat dan talentanya, Yasinta mengibaratkan bahwa perjalanan menuju tujuan bisa dilalui melalui jalanan biasa dengan banyak hambatan. Artinya, tanpa mengenali bakat maka perjalanan menuju sukses bisa lebih lama. Hal ini tentu berdampak pada masa depan anak.

"Manfaatnya, orang kerja sesuai bakat pasti nggak tertekan. Pasti enjoy dan happy. Kalau happy kerja tugas, pasti akan berbuah. Buahnya akan beri kebahagiaan buat orang lain seperti permen yupi," kata Yasinta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut