Lindungi Anak Dari Bahaya Penyakit Menular! Ketahui Jenis Imunisasi yang Tepat
- Pixabay/dfuhlert
Imunisasi: Vaksin Hepatitis B diberikan segera setelah lahir, kemudian pada umur 2, 3, 4, dan 18 bulan.
10. Tuberkulosis (Tbc)
Bahaya: Radang paru, otak, dan kelenjar akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Imunisasi: Vaksin BCG diberikan segera setelah lahir.
11. Poliomielitis
Bahaya: Lumpuh akibat virus Polio.
Imunisasi: Vaksin bOPV diberikan segera setelah lahir, dan pada umur 2, 3, 4, dan 18 bulan; vaksin IPV diberikan pada umur 4 dan 9 bulan.
12. Difteri, Pertusis, Tetanus (DPT)
Bahaya: Sumbatan jalan nafas dan radang otot jantung akibat racun Difteri; batuk rejan/batuk 100 hari akibat bakteri Pertusis; kaku otot mulut, punggung, dan pernafasan akibat racun Tetanus; radang paru dan otak akibat bakteri Hib.
Imunisasi: Vaksin DPT-HepB-Hib (Penta) diberikan pada umur 2, 3, 4, dan 18 bulan; vaksin DT diberikan pada SD kelas 1; vaksin Td diberikan pada SD kelas 2 dan 5.
13. Pneumokokus
Bahaya: Radang paru dan otak akibat bakteri Pneumokokus.
Imunisasi: Vaksin PCV diberikan pada umur 2, 3, 12 bulan (sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan), atau pada umur 2, 4, 6, dan 12-15 bulan (sesuai rekomendasi IDAI).
14. Rotavirus
Bahaya: Muntah, diare, dehidrasi berat akibat Rotavirus.
Imunisasi: Vaksin Rotavirus diberikan pada umur 2, 3, dan 4 bulan (Kementerian Kesehatan), atau pada umur 2, 4, dan 6 bulan (IDAI).
Berbagai penyakit menular memiliki bahaya yang signifikan terhadap kesehatan individu, terutama pada anak-anak. Oleh karena itu, imunisasi menjadi penting untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit ini dan melindungi kesehatan masyarakat secara luas.
Setiap vaksin dirancang untuk merangsang respon kekebalan spesifik terhadap patogen tertentu, sehingga tubuh siap melawan infeksi jika terpapar di masa depan. Penting untuk mengikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan untuk memastikan perlindungan optimal terhadap berbagai penyakit menular.
