Ungkap Alasan Pemerintah Semakin Semena-mena, Kemal Palevi: Kita Itu Dibungkam

Kemal Palevi
Sumber :
  • IG @kemalpalevi

Jakarta, VoxPop – Komika Kemal Palevi kembali menyuarakan kritik pedasnya terhadap pemerintah. Dalam unggahan pada Kamis 28 Agustus 2025, pria berusia 36 tahun itu menumpahkan keresahan yang menurutnya semakin dirasakan masyarakat Indonesia belakangan ini.

img_title Sampaikan Bela Sungkawa soal Kebakaran KM. Mutiara Sentosa II, AHY: Segera Investigasi!

Kemal membuka komentarnya dengan mempertanyakan mengapa pemerintah terlihat semakin semena-mena. Jawabannya sendiri cukup menohok. 

"Karena mereka tahu kita enggak bisa ngapa-ngapain. Kita itu dibungkam," ucapnya, dikutip Jumat 29 Agustus 2025. 

img_title Survei Ungkap Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Pemerintah Bakal Lakukan Evaluasi

Ia menambahkan, politisi seolah tidak khawatir dengan konsekuensi dari tindakan mereka. 

"Mereka tahu kita enggak akan ngelakuin hal gila apa pun yang bisa merusak karier politik mereka," kata Kemal.

img_title BGN Laporkan 414 SPPG Bermasalah ke Kejagung Terkait Indikasi Korupsi

Sentil Budaya “Pelupa” dan Amnesti Narapidana

Menurutnya, kultur cancel culture di Indonesia masih belum berjalan. Politisi yang pernah terjerat kasus pun bisa kembali mencalonkan diri lima tahun sekali. 

"Mereka tahu kita itu rakyat pelupa sama kasus-kasus mereka. Lebih tepatnya bukan lupa sih," jelasnya.

Kemal menyoroti bagaimana isu publik kerap dialihkan dengan kasus baru. 

"Dialihkan ke kasus yang lebih gila sehingga begitu fokus kita pindah ke situ, ada orang yang tiba-tiba hukuman penjaranya dipotong karena hari kemerdekaan Indonesia," sindirnya.

Komentar ini merujuk pada HUT RI ke-80, di mana Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada sejumlah narapidana, termasuk nama besar seperti Hasto Kristiyanto (korupsi) dan Yulius Paonganan (kasus ITE). Kemal mengaku heran dengan fenomena tersebut. 

"Tahu-tahu ada koruptor yang balik ke parpol mereka atau balik lagi ke pemerintahan," katanya. 

"Tahu-tahu ada korupsi yang lebih gila lagi, sehingga apa kabar koruptor-koruptor Pertamina?" lanjutnya mempertanyakan.

Jadi WNI, Serba Salah

Kondisi tersebut membuatnya memberi saran satir kepada masyarakat agar hanya berusaha bertahan dari hari ke hari. Ia bahkan menyebut penderitaan warga negara bisa menjadi jalan menuju surga. 

"Karena memang jadi rakyat di negara ini itu serba salah gitu," imbuhnya.

Kemal juga menyinggung risiko bagi warga yang menyampaikan aspirasi. 

"Begitu kita turun ke jalan, kita menyampaikan aspirasi lewat demo, eh pemerintahnya WFH," katanya menyindir.

Ia menambahkan, aksi mahasiswa hingga buruh kerap disalahkan meski mereka membawa aspirasi rakyat. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut