Sambil Menangis, Angelina Sondakh Ungkap Perkataan 'Mengiris' Sang Putra Hingga Dihantui Rasa Bersalah
VoxPop – Kehidupan Angelina Sondakh beberapa tahun ke belakangan ini kembali menjadi sorotan. Wanita yang kini memutuskan untuk menutup auratnya dengan berhijab kembali menceritakan ujian-ujian terberat dalam hidupnya. Ujian pertama datang saat dirinya harus kehilangan suaminya Adjie Massaid yang meninggal di tahun 2011 lalu.
Tak lama setelahnya, Angelina Sondakh harus terjerat kasus korupsi Wisma Atlet di Palembang tahun 2011. Saat itu Angie yang menjabat sebagai anggot banggar harus mendekam di penjara selama 10 tahun lantaran terbukti menerima suap Rp 2,5 miliar dan USD 1,2 juta dari Permai Group.
Di saat kasus tersebut menjeratnya, Angie harus meninggalkan anaknya yang masih berusia 2 tahun. Saat itu kata Angie anaknya harus dititipkan kepada kakaknya untuk dirawat.
“Saya Angelina Sondakh saya pernah dekat dengan kekuasaan, dengan harta, keterkenalan. Tapi di saat yang sama itu pula yang membuat saya banyak kehilangan. Keanu umur satu tahun mas Adjie meninggal dunia. Keanu umur dua tahun saya harus masuk penjara dan terpisahnya lumayan lama,” kata Angelina Sondakh saat bercerita kepada Hilman Fauzi dalam sebuah acara religi di stasiun televisi.
Ujian hidup terus dialami oleh mantan Putri Indonesia tahun 2001 lalu itu. Dua tahun menjalani masa tahanan di Rutan Pondok Bambu, kakaknya yang mengasuh Keanu meninggal dunia.Tak sampai di situ saja, setelah bebas beberapa tahun lalu, Angelina Sondakh juga harus menerima kenyataan bahwa dirinya harus kehilangan sang ayah, Lucky Sondakh. Lucky meninggal beberapa bulan setelah Angelina Sondakh bebas di tahun 2022 lalu.
“Setelah bebas saya bisa bersama ayah saya. Tapi ternyata Allah hanya memberikan saya waktu 7 bulan untuk bisa membahagiakan walau saya selalu merasa saya masih jauh dari membahagiakan ayah saya. Kemudian setelah bebas ayah saya meninggal” kata dia.
Ujian kehidupan Angelina pasca bebas pun juga tidak main-main. Setelah bebas pada 2022 lalu, dirinya kembali harus menelan pil pahit. Sebab sang ibunda mengalami demensia, gangguan kesehatan yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir logis, dan fungsi kognitif lainnya.
