Ruben Onsu Menangis Haru saat Berhasil Cium Hajar Aswad, Ungkap Rasa Syukur
- Instagram/ruben_onsu
VoxPop – Perjalanan spiritual Ruben Onsu ke Tanah Suci menyisakan banyak cerita yang menyentuh hati. Umrah yang dijalaninya setelah menjadi mualaf ini bukan sekadar ibadah, melainkan pengalaman penuh makna yang membekas kuat dalam hidupnya. Dalam sebuah program televisi bersama Ayu Ting Ting dan Wendy Cagur, Ruben membagikan kisah harunya, termasuk momen saat dirinya berhasil mencium Hajar Aswad di Mekkah.
Sejak pertama tiba di Madinah, Ruben merasakan suasana yang begitu berbeda. Ia mengaku tersentuh dengan keramahan orang-orang di sekitarnya meski dirinya adalah orang asing. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Ruben Onsu umrah
- Instagram/ruben_onsu
“Ya kan di Madinah itu ya itu masyaAllah-nya ya. Gue kan enggak kenal semuanya. Tapi orang-orang Arab di situ ya, baik OB, ulama, atau siapapun yang lagi salat, setiap ketemu langsung menyapa. Assalamualaikum. Waalaikumsalam. Jadi gua tuh kayak rasa sepinya tuh dijawab sama mereka, kayak diucapin selamat datang,” ungkap Ruben yang dikutip pada Selasa, 9 September 2025.
Kebaikan itu juga ia rasakan saat berada di Masjid Nabawi. Ruben merasa selalu ada yang memperhatikannya, bahkan tanpa ia minta bantuan.
“Setiap gue mau ngambil air zamzam, pasti ada orang yang ngambilin. Jadi gua kayak enggak dikasih sepi, selalu ada yang perhatian. Bahkan ada orang Jordan yang nanya gue are you ok karena mungkin lihat gua menangis saat berdoa,” tambahnya.
Tidak hanya keramahan, Ruben juga mendapat pelajaran penting saat menunaikan salat Jumat di Masjid Nabawi. Meski kerumunan jamaah begitu padat, ia tetap yakin akan ada jalan.
“Gua bilang gini enggak mungkin, Allah pasti kasih gua kesempatan salat Jumat di sini. Jadi gua terobos aja orang-orang gede. Akhirnya gua bisa salat paling depan. Dari situ gua belajar, kalau kita yakin pasti ada jalannya,” jelasnya.
Namun, momen paling menyentuh bagi Ruben adalah ketika ia berhasil mencium Hajar Aswad di Mekkah. Dengan air mata yang tak terbendung, ia menggambarkan betapa sulitnya perjuangan itu, tapi Allah memudahkannya.
