DJ Whisnu Santika, Dipha Barus dan Ramengvrl Ajak Anak Muda Tertawakan Hidup Lewat Single IyaIya

DJ Whisnu Santika, Dipha Barus dan Ramengvrl.
Sumber :
  • Ist.

Jakarta, VoxPop – Di tengah hiruk pikuk kota, kehidupan anak muda sering kali menampilkan kontradiksi yang mencolok. Mereka bisa saja sibuk menjalani kuliah atau bekerja serabutan di siang hari, lalu menghabiskan malam untuk berpesta melepas penat. Fenomena inilah yang menjadi inspirasi bagi DJ Whisnu Santika, Dipha Barus, dan rapper Ramengvrl dalam single terbaru mereka, "IyaIya."

img_title Noah Gandeng Ramengvrl untuk Lagu Baru "Suara Dalam Kepala”, Comeback?

Lagu ini resmi dirilis pada 27 Agustus 2025. Ketiga musisi ini mengambil langkah unik dengan merayakan perilisan "IyaIya" bukan melalui panggung megah, melainkan sebuah listening party virtual di platform game Roblox. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Whisnu Santika mengungkapkan bahwa "IyaIya" sengaja mereka ciptakan sebagai cermin bagi keseharian anak muda.

img_title Wow! Jonas Blue hingga Yellow Claw Bakal Tampil di Scream Or Dance 2024, Catat Tanggalnya

"Kita pengen bikin lagu ini kayak cermin. Pahit, tapi bisa ditertawakan bareng-bareng," ujar Whisnu dalam keterangannya, dikutip Sabtu 13 September 2025. 

Lirik lagu ini tidak hanya menyentil soal budaya kerja keras (hustle culture) dan gaya hidup hedonis, tetapi juga menyinggung isu sosial yang lebih dalam, seperti kondisi politik yang dianggap tidak berpihak. Liriknya secara tegas menyindir pejabat yang mengkorupsi uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk hak-hak dasar.

img_title We The Fest Satu Dekade Sukses, Sandiaga Uno: Keren Banget!

Ramengvrl menambahkan, "IyaIya" juga menyoroti ironi gaya hidup yang sangat dekat dengan anak muda urban.

"Kayak orang pakai tas mewah tapi naik motor matic, atau kerja di kantor bergengsi tapi makan siang tetap di warteg. Absurd, tapi sangat relatable," jelasnya, menggambarkan realita yang mudah dikenali.

Alih-alih menggelar konser fisik, tim produksi memilih Roblox sebagai tempat peluncuran. Lebih dari 200 avatar memadati sebuah ruangan bergaya pixel art yang didesain menyerupai klub mini. Para penggemar bisa menari, melompat, bahkan meminta foto bersama avatar para musisi, menciptakan interaksi yang berbeda dari konser konvensional.

Dipha Barus menilai pengalaman ini memberikan sensasi yang unik, di mana para penggemar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari keramaian.

"Energinya kayak konser, tapi lebih bebas," ucap Dipha.

Ide kreatif ini lahir dari percakapan Whisnu dengan komunitas. Langkah ini membuktikan bahwa batas antara musik, gaming, dan komunitas semakin menyatu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut