Fuji Tembus Nominasi Bergengsi The 100 Most Beautiful Faces 2025 Versi TC Candler
- IG @fuji_an
VoxPop – Bintang muda Indonesia, Fujianti Utami Putri, yang lebih dikenal sebagai Fuji, kembali menjadi sorotan utama publik setelah namanya secara resmi diumumkan sebagai salah satu nominator untuk ajang global The 100 Most Beautiful Faces 2025 yang diselenggarakan oleh TC Candler.
Pencapaian ini menempatkannya dalam deretan selebriti internasional dan membuktikan bahwa pesonanya telah diakui di panggung dunia.
Kabar membanggakan ini pertama kali tersiar melalui unggahan resmi di akun Instagram TC Candler, @tccandler, yang menampilkan potret Fuji. Dalam keterangan unggahan tersebut, Fuji dikenalkan sebagai figur publik multi-talenta dengan profesi sebagai aktris, desainer, influencer, sekaligus model.
Pengumuman ini sontak disambut antusiasme luar biasa dari warganet Indonesia, yang ramai-ramai menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Fuji menembus daftar nominasi bergengsi tersebut.
TC Candler sendiri mengonfirmasi proses nominasi ini yang melibatkan komunitas penggemar setia mereka.
"Anggota Patreon kami menobatkan wajah-wajah selebriti ini hari ini. Siapa yang ingin Anda lihat selanjutnya?" bunyi keterangan di akun Instagram @tccandler, dikutip Selasa 30 September 2025.
"Kami memiliki lebih dari 25.000 anggota. Terima kasih kepada semua orang karena mendukung selebritas favorit Anda dan membantu mereka masuk dalam daftar," tambahnya.
![]()
Masuknya nama Fuji dalam daftar ini bukanlah hal biasa. Ajang The 100 Most Beautiful Faces, yang telah dimulai sejak tahun 1990, diakui sebagai salah satu kompetisi yang paling menyoroti keindahan lintas batas budaya dan negara.
Dalam daftar nominasi ini, Fuji bersanding dengan sejumlah nama tersohor dari berbagai penjuru dunia, termasuk Kira Balinger, Yagmur Yuksel, Nesreen Tafesh, Kim Yoo Hyeon, Aya Hadi, dan banyak lagi. Persaingan ketat ini menegaskan bahwa nominasi Fuji merupakan pengakuan serius atas daya tarik dan karismanya.
Proses seleksi TC Candler dikenal ketat dan melibatkan tidak hanya tim internal, tetapi juga kritikus independen dari seluruh dunia yang bertugas menyeleksi ribuan kandidat setiap tahunnya. Menariknya, kriteria penilaian yang digunakan tidak semata-mata mengandalkan popularitas semata atau sekadar penampilan fisik. TC Candler secara tegas menyatakan bahwa ajang ini bukanlah kontes popularitas, melainkan representasi kecantikan global yang utuh.
