Bukan Plagiat! Musisi Indonesia Ramai Gunakan Interpolasi Lagu, Apa Itu?
- Freepik/wirestock
Jakarta, VoxPop – Jangan buru-buru menghakimi musik yang terdengar mirip! Fenomena ini belum tentu plagiat, melainkan bisa jadi sebuah teknik resmi dan sah dalam industri musik bernama interpolasi lagu. Teknik ini sudah lama menjadi bagian dari kreativitas musisi global dan kini semakin populer di Indonesia.
Jika teknik sampling berarti musisi membeli dan menggunakan potongan rekaman asli dari lagu lain, maka interpolasi justru mengulang kembali melodi, lirik, atau bagian tertentu dengan aransemen yang sepenuhnya baru. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Sejarah musik pop global menunjukkan banyak kasus di mana musisi besar dituduh plagiat hanya karena kemiripan nuansa lagu. Publik sering kali sulit membedakan antara "inspirasi" dan "plagiat."
Contohnya, penyanyi Adele pernah digugat musisi Brasil Toninho Geraes karena dianggap meniru lagu "Mulheres" lewat single "Million Years Ago." Di sisi lain, Lisa BLACKPINK secara terbuka menggunakan interpolasi lagu "Pon de Replay" milik Rihanna di lagu "Pink Venom," yang sempat menimbulkan diskusi hangat di kalangan penggemar.
Di Indonesia, musisi muda Bernadya juga sempat dituding menyalin lagu "August" milik Taylor Swift, baik dari sisi lirik maupun melodi. Kasus-kasus ini menegaskan betapa rapuhnya batas antara inspirasi dan plagiat di telinga publik, padahal teknik interpolasi lagu adalah sebuah teknik sah dan kreatif yang melindungi musisi.
Kurator musik, Dimas Ario, menjelaskan perbedaan mendasar antara kedua teknik tersebut.
“Interpolasi berbeda dengan sampling. Kalau sampling menggunakan rekaman asli (penggunaan master di label), interpolasi itu membuat ulang karyanya dengan versi baru yang diinginkan setelah mendapat lisensi dari pencipta. Ini bukan sekadar potong-tempel, tapi bentuk kreativitas yang legal,” tegas Dimas Ario, dalam keterangannya, dikutip Kamis 16 Oktober 2025.
Dimas Ario menambahkan bahwa interpolasi bukan sekadar "cara lain" membuat lagu, tetapi juga strategi kreatif untuk memperkenalkan karya lama ke audiens baru.
“Dengan interpolasi, musisi bisa memberi nyawa baru pada karya terdahulu, tanpa kehilangan rasa hormat terhadap penciptanya,” tambahnya.
Senada dengan itu, pengamat musik sekaligus pendiri Wara Musika, Dzulfikri Putra Malawi, menyoroti aspek bisnis dalam teknik ini.
