Gak Cuma Acara Musik, Ini 7 Hal Menarik di Soundrenaline Makassar
- Istimewa
Makassar, VoxPop – Makassar kembali jadi sorotan dunia kreatif Indonesia lewat hadirnya Soundrenaline “Sana Sini di Makassar”, yang digelar pada Minggu 16 November 2025.
Bukan sekadar festival musik, acara ini menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin antara musik, seni visual, film independen, hingga pasar kreatif. Scroll lebih lanjut yuk!
Selama beberapa hari, berbagai kegiatan tersebar di empat lokasi utama—Riuh Records, The Backyard, Dupli Dining & Lounge, dan Lapangan Parkir Phinisi Point Mall—menjadikan kota ini pusat perayaan kreativitas dari Timur Indonesia.
Berikut deretan hal menarik yang bisa ditemukan di Soundrenaline Makassar 2025:
1. Eksplorasi Kreatif di The Lab & The Space, Riuh Records
Soundrenaline membuka perhelatan dengan sesi Screening & Storytelling yang menghadirkan dua sineas asal Sulawesi Selatan: Wahyu Al Mardhani dan Aco Tenri.
Penonton diajak menyelami karya dokumenter dan film pendek mereka yang penuh refleksi dan kekuatan naratif.
Selain itu, Cross Panel Talks bertema “From Homeground to Headlines” turut menggandeng nama-nama besar seperti Firman Hatibu, Aco Tenri, Pandu Fuzztoni (MORFEM), Delpi (Dongker), dan Ifan Adhitya, membahas perjalanan kreatif dari lokal menuju nasional.
2. Penampilan Musik Eksperimental yang Penuh Energi
Masih di Riuh Records, panggung musik turut dimeriahkan oleh OG Avamato dan Murphy Radio, dua band yang dikenal dengan eksplorasi bunyi yang dinamis dan penuh kejutan.
Sementara di The Backyard dan Phinisi Point Mall, pengunjung bisa menikmati performa lintas genre dari FSTVLST, MORFEM, The Lantis, DANZAS, Jason Ranti x Dongker, Gilas, Treeshome, hingga DJ Meyga, DJ Irvi, dan DJ Jimbo. Setiap panggung membawa nuansa berbeda, mencerminkan keberagaman warna musik Indonesia Timur.
3. Lokakarya dan Pameran Seni yang Interaktif
Bagi yang ingin lebih dari sekadar menonton, Soundrenaline menghadirkan lokakarya handcrafting & recycling bersama Berdaur dan Hora Caft, mengajak peserta belajar membuat karya dari bahan daur ulang.
Tak ketinggalan, pameran fotografi karya Ifan Adhitya menampilkan perjalanan musisi asal Makassar dari panggung kecil hingga festival besar—membangkitkan nostalgia dan kebanggaan lokal.
