Buku Aurelie Moeremans Soal Pengalaman Child Grooming Viral, Roby Tremonti Tersinggung?
Jakarta, VoxPop – Viralnya buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans turut menyeret perhatian publik pada unggahan terbaru Roby Tremonti di media sosial. Unggahan tersebut muncul tidak lama setelah pengakuan Aurelie mengenai pengalaman grooming dan kekerasan emosional yang ia tuliskan dalam buku tersebut ramai diperbincangkan warganet.
Melalui akun Instagram pribadinya, Roby Tremonti membagikan sejumlah informasi terkait aspek hukum pidana yang dapat timbul dari penggunaan tokoh fiktif dalam sebuah karya tulis.
Ia menyoroti risiko hukum yang tetap ada meskipun penulis menggunakan nama samaran, terutama jika tokoh tersebut mudah dikenali oleh publik.
“Buat share pengetahuan aja yah guys. Ini kata Gemini AI sih, tapi coba dicari infonya di RL yah,” tulis Roby dalam unggahannya, dikutip Senin 12 Januari 2026.
Dalam tangkapan layar yang ia unggah, dijelaskan bahwa penggunaan nama fiktif tidak serta-merta menghilangkan potensi jerat hukum pidana di Indonesia.
Fokus utama persoalan hukum terletak pada sejauh mana publik dapat mengidentifikasi sosok nyata di balik karakter yang digambarkan.
Apabila pembaca umum mampu menebak identitas seseorang melalui ciri-ciri, latar belakang, maupun rangkaian peristiwa yang spesifik, unsur pidana dinilai tetap dapat terpenuhi.
Roby juga menyertakan penjelasan mengenai sejumlah pasal yang berpotensi digunakan dalam kasus serupa. Di antaranya adalah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 310 ayat (2) yang mengatur pencemaran nama baik secara tertulis dengan ancaman pidana maksimal satu tahun empat bulan penjara.
Selain itu, KUHP Pasal 311 tentang fitnah juga disinggung, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Tak hanya itu, Roby menyinggung Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 27A yang dapat dikenakan apabila konten bermuatan pencemaran nama baik disebarkan melalui media digital.
Unggahan tersebut muncul di tengah polemik pengakuan Aurelie Moeremans dalam buku Broken Strings yang dirilis secara mandiri.
Dalam memoarnya, Aurelie menggunakan nama samaran “Bobby” untuk menggambarkan sosok yang ia sebut melakukan grooming serta kekerasan emosional terhadap dirinya.
Ia mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula saat dirinya masih berusia 15 tahun dan bertemu dengan sosok tersebut di lokasi syuting iklan.
