Sara Wijayanto Izinkan Sosok Makhluk Halus Ini Tinggal di Rumahnya

Sara Wijayanto
Sumber :
  • VoxPop/Trisya Frida

Jakarta, VoxPop – Nama Sara Wijayanto selama ini identik dengan kisah-kisah dunia lain. Namun di balik citranya sebagai figur yang dekat dengan hal mistis, Sara justru memiliki sudut pandang berbeda dalam memaknai keberadaan makhluk halus. 

img_title Sara Wijayanto Tuangkan Pengalaman Horor Sekaligus Emosional Lewat Cerita Lila

Sara secara terbuka mengungkap bahwa ada sosok makhluk halus yang ia izinkan untuk tinggal di rumahnya. Sosok tersebut dikenal dengan nama Gadis atau Tante Kun. Keputusan itu bukan diambil secara sembarangan, melainkan melalui proses panjang mengenal, memahami, dan mendampingi sosok tersebut. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Sara Wijayanto

Photo :
  • Instagram/sarawijayanto
img_title Sara Wijayanto Ungkap Makna Mendalam Film Cerita Lila

Dijelaskan oleh Sara bahwa Gadis merupakan salah satu makhluk yang menyimpan penyesalan besar atas pilihan hidupnya. Kisah hidup Gadis bahkan ia tuangkan dalam sebuah buku agar orang-orang dapat memahami latar belakang dan proses yang dialami sosok tersebut.

“Kalau Gadis dia karena itu juga aku tulis di buku ceritanya, jadi akhirnya mengenal dia terus aku izinkan dia tinggal di rumah,” ungkap Sara Wijayanto saat ditemui di Jakarta pada Senin, 26 Januari 2026. 

img_title Ini Tiga Sosok Makhluk Halus yang Paling Membekas di Hati Sara Wijayanto

Ia juga mengungkap alasannya mengapa memberikan izin untuk sosok makhluk halus tersebut tinggal di rumahnya. 

“Aku izinkan dia di dekat aku sampai akhirnya berproses. Gadis itu adalah salah satu sosok yang mengakhiri hidupnya. Ya itu dia kalah. Kasian ya, menyesali, cuman kan gak bisa apa-apa karena dia harus membayar apa yang dia lakukan,” ungkapnya lagi.

Selain Gadis, Sara juga menyebut dua sosok lain yang memiliki tempat khusus dalam perjalanannya, yakni Lila dan Rahma. Lila menjadi figur yang sangat membekas karena kisah hidupnya yang berat sejak usia dini.

“Lila itu sosok anak kecil yang dipaksa dewasa. Dipaksa dewasa sebelum waktunya. Ini adalah anak kecil yang seharusnya bermain, tapi harus menjaga keluarganya,” ujar Sara.

Menurutnya, Lila menjadi cermin bagi banyak orang dewasa yang kerap mengeluh atas hidup, padahal ada anak seusianya yang menjalani kehidupan penuh tanggung jawab tanpa keluhan.

“Buat aku, Lila ini seperti kacamata. Untuk kita bisa berkaca ke diri kita sendiri. Anak seumur ini aja gak pernah mengeluh,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut