Ressa Rizky Ungkap Sebulan Tak Keluar Kamar Usai Tahu Denada Ibu Kandungnya

Ressa Rizky Rosano
Sumber :
  • Tangkapan Layar

Jakarta, VoxPop – Pengakuan mengejutkan datang dari Ressa Rizky Rosano yang mengungkap bahwa dirinya mengalami tekanan psikis berat setelah mengetahui fakta bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Dampaknya tidak main-main, Ressa mengaku sampai mengurung diri di kamar selama satu bulan penuh.

img_title Denada Terharu Kebaikan Raffi Ahmad yang Biayai Ressa Rosano ke Singapura Demi Bertemu Aisha

Fakta tersebut disampaikan Ressa saat menjadi bintang tamu dalam sebuah program televisi. Dalam suasana emosional, ia menceritakan bagaimana kebenaran tentang asal-usul dirinya menjadi beban mental yang sulit ia terima, terlebih karena informasi itu datang bukan dari keluarga, melainkan dari lingkungan sekitar. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Denada dan Ressa Rizky.

Photo :
  • Kolase Instagram dan Youtube.
img_title Ressa Menikah Lagi, Denada Langsung Terpukau Lihat Kecantikan Sang Menantu

“Ressa nggak keluar, selama tahu fixnya itu, Kak. Saya nggak keluar 1 bulan dari kamar,” ungkap Ressa yang dikutip dari YouTube pada Selasa, 3 Februari 2026. 

Ressa menjelaskan bahwa ia pertama kali mengetahui kabar tersebut sejak duduk di bangku SMP. Informasi itu ia dengar dari teman-teman sekolah hingga orang tua teman-temannya. Kalimat yang terus diingatnya sampai sekarang begitu sederhana, namun menghantam batinnya.

img_title Ternyata Ini Alasan Denada Gak Hadir di Nikahan Ressa Rizky Rosano, Padahal Lagi Ada di Tempat yang Deket

“Ngomongnya itu kalau bahasa Indonesianya itu kamu tuh bukan anaknya Mama Ratih, kamu tuh anaknya Denada,” kata Ressa menirukan ucapan teman-temannya. 

Mendengar kabar itu, Ressa mengaku sangat terpukul. Meski demikian, rasa sayangnya kepada ibu yang membesarkannya, Ibu Ratih, tidak pernah berkurang. Baginya, perempuan yang merawatnya sejak usia 10 hari tetaplah sosok ibu yang paling berjasa dalam hidupnya.

“Bagaimanapun Ressa tetap sayang sama Mama Ratih. Karena ya yang membesarkan Ressa kan sampai sekarang Mama Ratih,” ujar Ressa.

Ressa mengungkapkan bahwa masa paling berat adalah saat ia harus memproses semuanya seorang diri. Ia memilih menyimpan kegelisahan itu selama bertahun-tahun karena rasa takut. Takut menimbulkan konflik, takut membuka luka lama, dan takut menghadapi kenyataan.

“Sebisa mungkin pertama kali Ressa simpan sendiri. SMP sampai SMA ya 6 tahun,” ujarnya lagi. 

Tekanan batin tersebut semakin terasa ketika Ressa mulai mencari kebenaran. Ia bahkan mendatangi sopir yang dulu membawanya dari Jakarta ke Banyuwangi. Momen itu menjadi salah satu titik emosional paling berat dalam hidupnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut