for Revenge Lengkapi Narasi Luka Lewat Album Perayaan Patah Hati – Babak 2
- Dok. for Revenge
Jakarta, VoxPop – Band rock alternatif asal Bandung, for Revenge, resmi meluncurkan album kelima bertajuk Perayaan Patah Hati – Babak 2. Album ini melanjutkan narasi dari Perayaan Patah Hati – Babak 1 yang rilis pada 2022, sekaligus memperkuat benang merah tema kehilangan, luka, dan proses bangkit yang konsisten mereka angkat dalam beberapa tahun terakhir.
Album Perayaan Patah Hati – Babak 2 menjadi tonggak baru dalam perjalanan musikal for Revenge. Jika sebelumnya mereka banyak mengeksplorasi sisi gelap kehilangan, kali ini band tersebut mengajak pendengar masuk ke fase penerimaan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
for Revenge mulai mengerjakan album ini sejak 2023 dan memperkenalkannya lewat single “Sadrah” pada 2024. Secara keseluruhan, album ini memuat 14 lagu yang memperluas spektrum emosional mereka.
Vokalis for Revenge, Boniex Nur, menegaskan bahwa album ini membawa semangat berbeda dibanding pendahulunya.
“Jika album sebelumnya berisi tentang kehilangan, di album ini, kami mengajak pendengar untuk masuk ke fase penerimaan. Ada secercah cahaya terang yang kami bawa di antara cerita tragis yang kita alami. Ini juga sekaligus menguatkan ajakan ‘merayakan patah hati’ yang menjadi tema di single-single kami beberapa tahun belakangan,” ujar Boniex For Revenge, dalam keterangannya, dikutip Rabu 11 Februari 2026.
Melalui Perayaan Patah Hati – Babak 2, for Revenge tidak hanya mempertahankan identitas emo dan post-hardcore yang melekat, tetapi juga menghadirkan warna musikal yang lebih matang dan reflektif.
Untuk memperkaya eksplorasi musikalnya, for Revenge menggandeng sejumlah musisi dengan latar karakter berbeda. Mereka lebih dulu merilis tiga lagu kolaborasi, yakni “Kala Luka Berpesta” bersama Wira Nagara, “Menunggu Giliran” bersama Elsa Japasal alias Eca Aura, serta “Untuk Kau yang Di Sana (uKYdS)” bersama Stand Here Alone.
Selain itu, dua kolaborasi lain hadir langsung di dalam album dengan menggandeng Vicky Mono (DeadSquad) dan Lomba Sihir. Kedekatan personal serta kecocokan karakter menjadi alasan utama terwujudnya kolaborasi-kolaborasi tersebut.
Setelah tiga tahun sejak perilisan Babak 1, Boniex mengaku lega sekaligus puas bisa merampungkan proyek ini, meski sempat mengalami penundaan dari rencana awal rilis pada 2023.
