Sering Diskusi soal Agama, Daniel Mananta Ungkap Alasan Belum Masuk Islam
- Instagram @vjdaniel
Jadi karena saya benar-benar lagi ngebayangin seorang raja lagi masuk kalau misalnya di raja di dunia aja kayak di Tiongkok gitu misalnya itu kan raja masuk semua pada nunduk gitu kan. Apalagi nih raja dari heaven and the earth gitu eh dari surga dan bumi gitu. Udah pasti saya akan benar-benar menyembahnya segitu banget karena saya punya rasa segen, rasa respect, menghormati, ketakutan. Bukan ketakutan lah, maksudnya rasa takut akan Allah gitu. Because of the holiness, dari kekudusan yang dibawa dari surga ke bumi dan saya ini kotor sekali dan saya ngerasa saya nggak layak gitu. Jadi itu yang kedua sih,” jelasnya lagi.
Tak hanya itu, Daniel juga menyinggung keyakinannya tentang pengorbanan Yesus dalam ajaran Kristen. Ia mengaku merasa sangat tersentuh dengan konsep penebusan dosa yang ia yakini sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya.
“Dan yang ketiga, ini yang saya nikmatin banget dan saya ngerasa saya nggak layak gitu sebenarnya untuk ngedapetin ini. Yesus memilih saya untuk menjadi pengikutnya dan untuk dia membeli saya untuk menjadi pengikutnya, dia harus mati di kayu salib, gitu. Dia harus mati di kayu salib untuk menebus dosa saya. yang selama ini udah aduh borok banget,” katanya.
Ia juga merasa bahwa pengalaman tersebut membuat dirinya mendapatkan kebebasan dalam menjalani hidup. Bagi Daniel, kebebasan itu justru membuatnya secara sadar memilih jalan iman yang ia yakini.
“Jadi akhirnya itu benar-benar semua kenakalan-kenakalan dan kehancuran-hancuran saya itu benar-benar ditebus dan akhirnya saya mendapatkan hidup yang selama ini ya hidup kebebasan inilah. Nah, akhirnya nah ini yang ini yang mungkin poin yang paling penting nih. Akhirnya saya jadi orang bebas dan dengan kebebasan yang saya miliki, saya bebas dan saya sadar banget dengan kebebasan yang saya punya, saya memilih untuk menjadi pengikut Yesus,” katanya lagi.
Meski begitu, Daniel menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki masalah dengan Islam. Ia justru menghormati agama tersebut dan tetap terbuka untuk berdiskusi dengan siapa pun.
