Berawal dari Gimmick Panggung, 510 dan Vierratale Resmi Rilis Kolaborasi Esa x Perih

Vierratale.
Sumber :
  • Dok. Vierratale

Jakarta, VoxPop – Band 510 dan Vierratale resmi merilis lagu kolaborasi bertajuk "Esa x Perih" pada 23 April 2026. Kurang dari 24 jam setelah rilis, lagu ini sudah meraup 114.000 pemutaran di YouTube Music, membuktikan bahwa dua nama besar ini mampu menarik perhatian luas dari berbagai kalangan pendengar musik Indonesia.

img_title 8 Jam Diperiksa di Kemendagri Buntut Heboh Lagu 'Lalaki Langit', Bupati Purwakarta Mengaku Salah dan Minta Maaf

Cerita di balik lagu ini bermula dari kebiasaan 510 membawakan mash-up akustik dua lagu, yaitu "Esa" milik mereka sendiri dan "Perih" milik Vierratale, sebagai gimmick dalam setiap penampilan panggung. Meski kedua lagu itu lahir dalam rentang waktu yang cukup jauh, perpaduan keduanya justru menghadirkan keakraban yang mengejutkan di telinga penonton. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Momen krusial terjadi ketika 510 dan Vierratale bertemu dalam satu festival musik yang sama. Di sana, Ical, vokalis 510, dan Widi, vokalis Vierratale, akhirnya membawakan mash-up itu secara langsung di atas panggung bersama. Respons penonton meledak. Setelah turun panggung, obrolan ringan pun mengalir, dan dari situlah ide untuk menggarap lagu ini secara lebih serius mulai terbentuk.

img_title Bukan Cuma 'Lalaki Langit Lalanang Bejad', Ini Deretan Lagu Indonesia yang Pernah Tuai Kontroversi karena Liriknya

"Apa yang awalnya hanya gimmick di panggung ternyata punya potensi yang jauh lebih besar dari yang kami bayangkan," ujar Ical, vokalis 510, mengutip keterangannya, Senin 27 April 2026. 

Jarak tidak menjadi penghalang bagi kedua band untuk menyelesaikan proyek ini. Dalam tiga bulan, proses kreatif berjalan mulai dari sesi brainstorm, pembagian part musik, hingga penggarapan materi secara penuh. Hasilnya kini bisa dinikmati di seluruh platform streaming musik digital.

img_title Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" Tuai Kontroversi, Budayawan Sunda Soroti Hal Ini

Soal penamaan, kedua pihak sepakat memberi judul "Esa x Perih" agar identitas masing-masing lagu tetap terjaga. Nama itu bukan sekadar penggabungan, melainkan representasi bahwa dua karya yang sudah dikenal para pendengarnya masing-masing kini hadir dalam satu ruang yang sama.

Secara musikal, "Esa x Perih" membuka diri dengan intro melodi yang sudah akrab di telinga fans 510. Namun kejutan datang lebih awal dari yang diperkirakan. Alih-alih suara Ical yang biasa mengisi syair pertama lagu "Esa", pendengar justru disambut suara lembut Widi Vierratale. Turning point ini menjadi momen yang membuat pendengar berdecak kagum karena menemukan harmonisasi yang sama sekali baru.

Sepanjang 4 menit 12 detik, lagu ini menyuguhkan dinamika dan harmonisasi yang kaya, lengkap dengan detail aransemen yang cermat. Dua lagu dengan warna berbeda tidak saling menabrak, justru menghasilkan akulturasi yang matang. "Perih" yang semula terasa manis dan mendayu berubah menjadi lebih bertenaga saat berpadu dengan energi "Esa". Di sisi lain, "Esa" yang selama ini dikenal maskulin menjadi lebih hangat tanpa kehilangan wibawanya.

"Kami ingin membangkitkan inner-child para pendengar yang lebih dulu mengenal lagu Perih dari Vierratale yang rilis tahun 2009, sekaligus memperkenalkannya kepada pendengar 510 yang mungkin belum familiar dengan playlist generasi sebelumnya," kata pria yang bernama lengkap Faizal Permana tersebut.

Raisa.

Hal-hal Menarik dari Lagu Baru Raisa ‘Cahaya Hati’, Pakai Tujuh Alat Musik Tradisional hingga Sarat Makna

Lagu baru Raisa berjudul Cahaya Hati hadir dengan aransemen tujuh alat musik tradisional Indonesia serta mengangkat pesan bangkit menghadapi tantangan hidup.

img_title
VoxPop.co.id
24 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut