Kuasa Hukum Ruben Onsu Buka Suara, Permintaan Maaf Sarwendah Salah Alamat?
- Tanggapan layar video YouTube MOP Channel
"Bagaimana kita menanggapi sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan kita?" lanjut Minola.
Pihak Ruben menilai bahwa jika memang tujuan video tersebut adalah menyelesaikan polemik yang sedang terjadi, seharusnya ada penyebutan secara langsung kepada pihak yang merasa dirugikan.
"Kalau permintaan maafnya mengatakan misalnya, 'Saya mohon maaf kepada Ruben sebagai mantan suami kalau ada kata-kata yang salah', tentu kami bisa memberikan tanggapan. Tapi kalau tidak ada sama sekali, ya kami tidak bisa berkomentar apa-apa," tegasnya.
Minola bahkan menyebut bahwa korban yang paling terdampak dari kegaduhan beberapa waktu terakhir adalah Ruben Onsu sendiri.
"Korban yang sesungguhnya dari ini kan adalah Ruben," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Minola mengungkapkan bahwa belakangan banyak masyarakat yang meminta pihak Ruben mempertimbangkan langkah hukum terkait hak asuh anak.
Menurutnya, berbagai komentar publik muncul setelah melihat polemik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.
"Banyak masyarakat sekarang yang memberikan pendapat dan meminta agar kami segera melakukan gugatan untuk meminta hak asuh terhadap anak-anak itu," ujar Minola.
Selain membahas video permintaan maaf, Minola kembali menyoroti kesepakatan pasca perceraian yang selama ini menjadi dasar hubungan kedua belah pihak.
Menurutnya, dalam akta kesepakatan tersebut telah diatur mengenai hak pertemuan Ruben dengan anak-anaknya sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu, serta kewajiban nafkah dan biaya pendidikan yang menjadi tanggung jawab Ruben.
"Ayo dong kenapa kita tidak jadikan Akta 39 yang sudah dibuat dengan apik itu dijadikan landasan,"tandasnya.
