JUMBO dan Nussa Rara Kembali Jadi Perbincangan, Kali Ini Bukan Karena Filmnya

Film Jumbo
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Karakter anak-anak kini tidak lagi hanya hadir sebagai tontonan di layar lebar atau televisi. Fenomena yang terlihat di Jakarta Future Festival for Kids 2026 akhir pekan lalu menunjukkan bagaimana tokoh-tokoh favorit anak mulai menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar menjaga lingkungan hingga menumbuhkan minat membaca.

img_title Kebangetan! Mantan Istri Ngaku Didepak dari Perusahaan Nussa Rara Usai Diselingkuhi dan Cerai

Dua karakter yang paling banyak menyedot perhatian adalah JUMBO dan Nussa. Meski berasal dari dunia yang berbeda, keduanya memperlihatkan satu kesamaan: mampu membuat anak-anak terlibat secara aktif dalam kegiatan yang sebelumnya kerap dianggap membosankan.

Di salah satu area festival, puluhan anak terlihat antusias mengikuti aktivitas memilah sampah bersama Nussa. Kegiatan edukatif yang biasanya sulit menarik perhatian anak justru berubah menjadi pengalaman yang menyenangkan ketika dibawakan oleh karakter yang sudah akrab bagi mereka.

img_title Mantan Istri Bongkar Dugaan Selingkuh Animator Nussa Rara, Ada Bukti CCTV Hotel

Anak-anak diajak mengenali berbagai jenis sampah, mulai dari organik, anorganik, hingga limbah B3. Sejumlah orang tua mengaku terkejut melihat anak-anak mereka begitu bersemangat mengikuti aktivitas tersebut.

Fenomena ini menarik karena terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan sejak usia dini. Kehadiran karakter yang dekat dengan keseharian anak terbukti menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan pesan tanpa terasa menggurui.

img_title Sore hingga Jumbo Masuk Daftar 25 Film Lolos Seleksi Awal FFI 2025

Sementara itu, JUMBO menunjukkan pengaruh yang berbeda. Jika Nussa berhasil mengajak anak belajar melalui tindakan, JUMBO justru menarik perhatian lewat kekuatan cerita.

Banyak anak yang datang karena telah mengenal JUMBO dari film, kemudian melanjutkan pengalaman mereka melalui pertunjukan Dongeng Pulau Gelembung. Tidak sedikit orang tua yang mengaku terkejut melihat anak-anak bertahan mengikuti sesi mendongeng hingga selesai.

Di era ketika perhatian anak kerap tersita oleh konten digital berdurasi singkat, minat mereka terhadap aktivitas berbasis cerita menjadi pemandangan yang menarik. Kehadiran instalasi gelembung raksasa yang terinspirasi dari dunia Pulau Gelembung juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Fenomena yang terjadi di festival tersebut menunjukkan bahwa karakter anak kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai hiburan. Mereka mulai berperan sebagai medium yang mampu mendorong perubahan perilaku, membangun imajinasi, hingga menciptakan ruang interaksi antara anak dan orang tua.

Chief of Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, menilai respons anak-anak selama festival menjadi bukti bahwa sebuah cerita dapat hidup melampaui medium asalnya.

"Kami selalu percaya bahwa IP yang kuat bisa hadir melampaui satu medium. Kami menyaksikannya langsung, melihat anak-anak memilah sampah bersama Nussa, antusias menyimak pertunjukan Dongeng Pulau Gelembung JUMBO, atau duduk tenang bersama Na Willa di tengah keramaian festival. Momen-momen itu menjawab lebih banyak dari angka mana pun. Karena pada akhirnya, yang kami bangun bukan hanya cerita, tetapi pengalaman yang hidup di tengah keluarga, memantik percakapan, menumbuhkan imajinasi, dan menciptakan kenangan yang akan dibawa anak-anak hingga mereka dewasa," ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan CEO Visinema Studios, Herry B. Salim. Menurutnya, kekuatan karakter terletak pada hubungan emosional yang telah terbentuk dengan penontonnya.

"Nussa, Jumbo, Na Willa ketiganya punya hubungan emosional yang nyata di hari jutaan Keluarga Indonesia. Ketika kekuatan emosional itu dibawa ke ruang fisik, ke momen yang bisa benar-benar dirasakan bersama, akan menghasilkan pengalaman yg lebih intens serta kedekatan hubungan yg lebih dalam dan lebih dari yang bisa kita ukur. Itulah yang ingin terus kami bangun," kata Herry.

Di tengah kekhawatiran tentang menurunnya minat baca anak dan tantangan membangun kebiasaan positif di era digital, antusiasme terhadap JUMBO dan Nussa memperlihatkan bahwa karakter fiksi masih memiliki pengaruh kuat. Bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai teman belajar yang mampu menghubungkan pesan-pesan sederhana dengan kehidupan sehari-hari.

Annisa Hadiyanti

Nussa Kembali Jadi Sorotan, Annisa Hadiyanti Buka Suara soal Kisah di Balik Serial Animasi Populer Ini

Di tengah ramainya spekulasi, Annisa Hadiyanti angkat bicara melalui media sosial. Ia mengajak masyarakat untuk tetap melihat Nussa sebagai karya yang bawa pesan positif.

img_title
VoxPop.co.id
8 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut