Perseteruan dengan Sarwendah Jadi Konsumsi Publik, Perjalanan Spiritual Ruben Onsu hingga Mualaf Kembali Disorot
- Instagram/ruben_onsu
Awalnya, Ruben memilih menyimpan keputusan tersebut dari publik. Ia ingin menjalani proses ibadah secara tenang tanpa banyak sorotan.
Momen Mengucap Syahadat yang Tak Terlupakan
Ruben Onsu dan sahabatnya Ivan Gunawan
- Instagram @ivan_gunawan
Dalam wawancara di kanal YouTube Comic 8 Revolution bersama Ivan Gunawan, Ruben menceritakan momen ketika dirinya akhirnya mantap mengucapkan dua kalimat syahadat.
Saat itu, ia hanya ditemani Habib Usman bin Yahya di sebuah ruangan sederhana. Meski hanya berdua, Ruben merasakan kehangatan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
"Setelah ucapan kalimat syahadat, gue kayak punya keluarga Islam, padahal yang ada cuma Habib Usman," kenangnya.
Perasaan haru semakin kuat ketika ia kembali bertemu dengan keluarga besarnya yang mayoritas beragama Islam. Menurut Ruben, momen tersebut dipenuhi tangis dan pelukan tanpa banyak percakapan.
"Pertama kali ketemu keluarga, itu nangis. Nggak ada kata apa pun, cuma nangis," ujarnya.
Bagi Ruben, peristiwa tersebut terasa sangat emosional karena mengingatkannya pada sang ibu, Helmiah Chalifah, yang telah meninggal dunia. "Cuma nangis dan bilang, ini yang mamaku impi-impikan," tuturnya.
Menemukan Ketenangan Lewat Salat dan Tahajud
Setelah menjadi mualaf, Ruben mulai menjalankan salat lima waktu secara rutin. Dari kebiasaan baru itu, ia mengaku menemukan ketenangan yang sebelumnya belum pernah dirasakan.
Menurut Ruben, salat menjadi tempat terbaik untuk menenangkan diri ketika menghadapi berbagai persoalan hidup. "Kalau lagi kesal sama orang, gue salat. Isya gue selalu di rumah," ucapnya.
Ia mengaku memiliki kebiasaan menjadikan waktu salat Isya sebagai momen untuk mencurahkan segala isi hati kepada Allah SWT. Sementara saat tahajud, Ruben merasa bisa berbicara dengan sangat jujur mengenai seluruh persoalan yang dihadapinya.
"Kalau menurut gue, cerita ke manusia nggak akan selesai, malah jadi tertawaan. Tapi kalau ke Allah, gue cerita semuanya, nanti ada solusinya," kata Ruben.
Perubahan terbesar yang ia rasakan adalah cara menyikapi berbagai persoalan hidup. Jika dahulu dirinya mudah marah, kini Ruben mengaku lebih memilih untuk ikhlas dan menyerahkan segala urusan kepada Tuhan.
Ia pun percaya bahwa setiap ujian akan berakhir dengan kebaikan pada waktunya. "Nanti juga Allah kasih yang indah, yang baik," ungkap Ruben.
