Perseteruan dengan Sarwendah Jadi Konsumsi Publik, Perjalanan Spiritual Ruben Onsu hingga Mualaf Kembali Disorot

Ruben Onsu
Sumber :
  • Instagram/ruben_onsu

Jakarta, VoxPop – Perseteruan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali menjadi perhatian publik. Setelah sempat berupaya menjaga hubungan baik demi anak-anak pasca perceraian, keduanya kini dikabarkan terlibat konflik terkait pengasuhan anak. 

img_title Pria Ini Buka Suara Soal Isu Perselingkuhan Ruben Onsu, Singgung Soal Kasur di Apartemen

Bahkan, sejumlah pernyataan yang disampaikan Betrand Peto belakangan memunculkan dugaan bahwa keputusan Ruben menjadi mualaf ikut memengaruhi dinamika hubungan keluarga mereka.

Meski demikian, di tengah berbagai polemik yang berkembang, Ruben Onsu memilih fokus menjalani kehidupan barunya sebagai seorang muslim. Presenter ternama itu beberapa kali mengungkapkan bahwa keputusan berpindah keyakinan bukanlah langkah yang diambil secara tiba-tiba. 

img_title Jejak Digital Sarwendah Terbongkar, Pernah Dapat Tas Rp1,8 Miliar dari Ruben Onsu

Sebaliknya, keputusan tersebut lahir dari perjalanan panjang yang penuh pergulatan batin dan refleksi mendalam. Jauh sebelum resmi menjadi mualaf pada Maret 2025, Ruben mengaku telah mengalami proses pencarian spiritual selama bertahun-tahun. 

Berbagai cobaan hidup yang datang silih berganti menjadi titik awal yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Berikut kisah lengkapnya sebagaimana dihimpun Viva pada Jumat, 18 Juni 2026.

img_title Sarwendah Tiba-tiba Klarifikasi soal Ucapannya di Podcast Denny Sumargo, Ada Apa?

Perjalanan Spiritual Ruben Onsu Hingga Menjadi Mualaf

Perjalanan spiritual Ruben dimulai sekitar empat tahun sebelum dirinya resmi memeluk agama Islam. Dalam periode tersebut, ia menghadapi berbagai ujian hidup yang cukup berat.

Musibah demi musibah datang secara beruntun. Pada 2018, lokasi acara siaran langsung yang ia gelar terdampak gempa. Setahun kemudian, salah satu gerai usahanya mengalami kebakaran. Belum selesai menghadapi persoalan tersebut, Ruben juga harus berjuang melawan penyakit yang membuatnya bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit.

Di tengah masa sulit itu, Ruben bertemu dengan Habib Usman bin Yahya. Pertemuan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya. Dari situlah rasa penasaran Ruben terhadap Islam mulai tumbuh. Selama bertahun-tahun, ia mendapatkan bimbingan dan dukungan yang membuatnya semakin mengenal ajaran agama tersebut.

Dalam unggahan yang dibuat saat mengumumkan dirinya menjadi mualaf, Ruben mengungkapkan bahwa pencarian tersebut berawal dari berbagai pertanyaan yang terus berputar di dalam pikirannya.

“Pikiran yang berputar dalam kepalaku sering kali membuatku ingin menyerah. Di antara kebingunganku, ada satu perasaan yang perlahan muncul. Sebuah perasaan bahwa mungkin jawaban itu lebih sederhana dari yang aku kira,” kisah Ruben.

Awalnya, Ruben memilih menyimpan keputusan tersebut dari publik. Ia ingin menjalani proses ibadah secara tenang tanpa banyak sorotan.

Momen Mengucap Syahadat yang Tak Terlupakan

Ruben Onsu dan sahabatnya Ivan Gunawan

Photo :
  • Instagram @ivan_gunawan

Dalam wawancara di kanal YouTube Comic 8 Revolution bersama Ivan Gunawan, Ruben menceritakan momen ketika dirinya akhirnya mantap mengucapkan dua kalimat syahadat.

Saat itu, ia hanya ditemani Habib Usman bin Yahya di sebuah ruangan sederhana. Meski hanya berdua, Ruben merasakan kehangatan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

"Setelah ucapan kalimat syahadat, gue kayak punya keluarga Islam, padahal yang ada cuma Habib Usman," kenangnya.

Perasaan haru semakin kuat ketika ia kembali bertemu dengan keluarga besarnya yang mayoritas beragama Islam. Menurut Ruben, momen tersebut dipenuhi tangis dan pelukan tanpa banyak percakapan.

"Pertama kali ketemu keluarga, itu nangis. Nggak ada kata apa pun, cuma nangis," ujarnya.

Bagi Ruben, peristiwa tersebut terasa sangat emosional karena mengingatkannya pada sang ibu, Helmiah Chalifah, yang telah meninggal dunia. "Cuma nangis dan bilang, ini yang mamaku impi-impikan," tuturnya.

Menemukan Ketenangan Lewat Salat dan Tahajud

Setelah menjadi mualaf, Ruben mulai menjalankan salat lima waktu secara rutin. Dari kebiasaan baru itu, ia mengaku menemukan ketenangan yang sebelumnya belum pernah dirasakan.

Menurut Ruben, salat menjadi tempat terbaik untuk menenangkan diri ketika menghadapi berbagai persoalan hidup. "Kalau lagi kesal sama orang, gue salat. Isya gue selalu di rumah," ucapnya.

Ia mengaku memiliki kebiasaan menjadikan waktu salat Isya sebagai momen untuk mencurahkan segala isi hati kepada Allah SWT. Sementara saat tahajud, Ruben merasa bisa berbicara dengan sangat jujur mengenai seluruh persoalan yang dihadapinya.

"Kalau menurut gue, cerita ke manusia nggak akan selesai, malah jadi tertawaan. Tapi kalau ke Allah, gue cerita semuanya, nanti ada solusinya," kata Ruben.

Perubahan terbesar yang ia rasakan adalah cara menyikapi berbagai persoalan hidup. Jika dahulu dirinya mudah marah, kini Ruben mengaku lebih memilih untuk ikhlas dan menyerahkan segala urusan kepada Tuhan.

Ia pun percaya bahwa setiap ujian akan berakhir dengan kebaikan pada waktunya. "Nanti juga Allah kasih yang indah, yang baik," ungkap Ruben.

Di tengah konflik yang kini menjadi konsumsi publik, perjalanan spiritual Ruben menunjukkan bagaimana serangkaian cobaan hidup justru membawanya pada pencarian makna yang lebih dalam. 

Bagi Ruben, menjadi mualaf bukan sekadar perubahan identitas agama, melainkan proses panjang yang mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan, kesabaran, dan ketenangan dalam menghadapi berbagai ujian.

Ruben Onsu dan Lesti Kejora

Ruben Onsu Bongkar Kebaikan Lesti Kejora Saat Rindu Anaknya

Baru-baru ini Ruben Onsu membagikan cerita tentang kebaikan penyanyi dangdut Lesti Kejora terhadapnya di tengah konflik mengenai hak asuh anak dengan mantan istrinya

img_title
VoxPop.co.id
8 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut