Ternyata Ada Kesepakatan Tersembunyi di Balik Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah, Baru Terbongkar!
- Kolase VoxPop/ Tangkapan Layar YouTube Trans TV Official/ Instagram @sarwendah29
Jakarta, VoxPop – Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kembali pembahasan mengenai nominal nafkah sebesar Rp200 juta yang ramai diperbincangkan di media sosial. Isu tersebut memicu beragam reaksi publik dan kembali menghidupkan berbagai spekulasi mengenai proses perceraian keduanya yang sebenarnya telah diputus pada 24 September 2024 lalu.
Di tengah ramainya perdebatan soal nafkah, publik juga kembali menyoroti langkah Ruben Onsu yang belakangan mengajukan hak asuh anak. Keputusan tersebut menuai pro dan kontra karena sebagian netizen menilai Ruben Onsu adalah pihak yang lebih dulu mengajukan gugatan cerai terhadap Sarwendah.
Tak sedikit yang mempertanyakan mengapa Ruben Onsu memilih mengakhiri pernikahan, tetapi kemudian tetap memperjuangkan hak asuh anak-anak mereka.
Menanggapi berbagai anggapan yang berkembang, Ruben Onsu akhirnya memberikan penjelasan mengenai alasan dirinya menjadi pihak yang mengajukan gugatan cerai. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata berasal dari keinginannya sendiri, melainkan merupakan hasil kesepakatan bersama dengan Sarwendah.
Perceraian Berdasarkan Kesepakatan Bersama
Ruben Onsu membantah anggapan bahwa dirinya secara sepihak memutuskan menceraikan Sarwendah. Menurutnya, sejak awal keduanya sudah duduk bersama untuk membicarakan masa depan rumah tangga mereka.
"Jadi orang bilang, Ruben yang menceraikan. Iya, berdasarkan kesepakatan siapa yang mau mendaftar," kata Ruben Onsu, mengutip video YouTube Nanda Persada. Selasa 7 Juli 2026.
Ruben Onsu mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengakhiri pernikahan lahir setelah dirinya dan Sarwendah sama-sama menyadari perbedaan yang sudah sulit dipertahankan. Karena itu, mereka memilih berdiskusi secara baik-baik sebelum mengambil langkah hukum.
"Perbedaan kita sudah semakin mantap dan akhirnya kami berdua (ngobrol) baik-baik. Siapa yang mau daftar? Ya udah aku aja, maksudnya gue," ungkapnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keputusan Ruben Onsu menjadi pihak yang mendaftarkan gugatan bukan karena ia menjadi satu-satunya pihak yang menginginkan perceraian, melainkan karena keduanya telah mencapai kesepakatan mengenai siapa yang akan mengurus proses administrasi di pengadilan.
Ada Kesepakatan yang Tak Banyak Diketahui Publik
Ruben Onsu juga mengungkap adanya kesepakatan yang selama ini tidak diketahui publik. Ia menjelaskan bahwa sebelum gugatan didaftarkan, Sarwendah sempat berkonsultasi ke Pengadilan Agama. Namun, konsultasi tersebut lebih dulu menjadi pemberitaan sehingga memunculkan persepsi yang berbeda di masyarakat.
Menurut Ruben Onsu, saat itu Sarwendah bahkan sempat mempertanyakan mengapa kabar konsultasi tersebut bisa tersebar ke publik. Ruben Onsu pun menduga informasi itu muncul setelah proses konsultasi dilakukan.
"Nggak lama, setelah kita sepakat. Keluar lah berita beliau (Sarwendah) konsultasi ke Pengadilan kan. Terus dia nanya, 'Loh kok ini keluar (beritanya)?' 'Mungkin pengacara lu yang konsultasi ke sana duluan'. Gue belum apa-apa tapi sudah niat mau mendaftarkan karena kesepakatan," jelas Ruben Onsu.
Ia kembali menegaskan bahwa pemberitaan yang berkembang saat itu membuat banyak orang salah memahami situasi. Padahal, menurut Ruben, Sarwendah hanya berkonsultasi, sedangkan keputusan mengenai siapa yang akan mendaftarkan gugatan sudah lebih dulu mereka sepakati bersama.
"Berita yang lagi ramai ini kan, dia yang mendaftarkan. Padahal kan nggak. Dia konsultasi. Saya bilang ke dia, 'Ini siapa yang mau ngelapor?' 'Ya udah kamu aja'. Ya udah aku aja (Ruben)," kata Ruben.
Setelah pembicaraan tersebut, Ruben pun menjalankan kesepakatan yang telah dibuat bersama mantan istrinya.
"Akhirnya saya daftarkan," tegasnya.
Penjelasan Ruben Onsu ini sekaligus membuka sudut pandang baru mengenai proses perceraian mereka. Di balik anggapan bahwa Ruben menjadi pihak yang menggugat Sarwendah, ternyata terdapat kesepakatan yang telah dibangun melalui komunikasi antara keduanya.
