Ternyata Ini Alasan yang Bikin Kuncen Gunung Kawi Murka kepada Pesulap Merah

Pesulap Merah
Sumber :
  • Instagram @marcelradhival1

VoxPop – Pesulap Merah lagi-lagi menjadi perbincangan publik setelah konten yang dibuatnya saat mengunjungi Gunung Kawi memunculkan respons dari salah satu juru kunci setempat. Kali ini, sorotan bukan lagi tertuju pada pembahasan mengenai pesugihan, melainkan pada cara Marcel Radhival membuat konten di kawasan yang juga dikenal sebagai lokasi ibadah berbagai agama.

img_title Klarifikasi Lengkap Sarwendah Soal Pesugihan Gunung Kawi, Blak-blakan Ungkap Kronologinya

Agus, yang merupakan salah satu kuncen Gunung Kawi, mengaku keberatan dengan tindakan Pesulap Merah saat membuat video di kawasan tersebut. Menurutnya, persoalan utamanya bukan karena membahas mitos atau praktik pesugihan, tetapi karena konten itu dinilai kurang menghormati tempat yang memiliki nilai religius bagi banyak orang.

Agus mengatakan dirinya menilai aksi Pesulap Merah saat membuat konten di Gunung Kawi sebagai tindakan yang kurang pantas.

img_title Momen Sarwendah Telepon Pesulap Merah Klarifikasi Isu Pesugihan Gunung Kawi

"Yang sempat viral itu sebenarnya boleh saya sebut sebenarnya agak kurang ajar sih," ujar Agus, dikutip dari podcast YouTube Jejak Backpacker pada Sabtu, 11 Juli 2026. 

Menurutnya, setiap orang yang hendak memasuki area-area tertentu di Gunung Kawi seharusnya lebih dulu meminta izin kepada pihak yang bertanggung jawab sebagai bentuk penghormatan terhadap kawasan tersebut.

img_title Bukan Pesugihan! Sarwendah Akui Lakukan Ritual Doa di Gunung Kawi untuk Hal Ini

"Saya lihat enggak boleh ya masuk-masuk di tempat-tempat khusus kita tanpa izin," kata Agus.

Ketika ditanya apakah semua pengunjung memang diwajibkan meminta izin, Agus kembali menegaskan bahwa hal tersebut memang seharusnya dilakukan.

"Ya harusnya seizin," tambahnya. 

Dalam penjelasannya, Agus menilai masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru terhadap Gunung Kawi. Menurutnya, kawasan tersebut bukan hanya dikenal karena cerita pesugihan, tetapi juga menjadi tempat ibadah resmi bagi berbagai pemeluk agama.

"Tempat ini kan sebenarnya tempat peribadatan dari lima agama loh," jelas Agus. 

Ia kemudian menjelaskan bahwa di kawasan Gunung Kawi terdapat sejumlah fasilitas ibadah yang digunakan umat dari berbagai keyakinan.

"Kita lihat ada musala, ada rumah doa untuk Kristen, terus ada wihara, klenteng, pure," jelasnya lagi.

Karena itu, Agus merasa kurang tepat apabila seluruh kawasan Gunung Kawi hanya dikaitkan dengan praktik pesugihan.

"Di wihara, di pure, gereja, musala itu tempat doa-doa, tempat ibadah dengan tujuan yang baik. Enggak ada konsep-konsep pesugihan," katanya menjelaskan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut