Kuasa Hukum Ruben Onsu Beri Jawaban Menohok soal CCTV yang Disebut Netizen Dipublikasikan Tanpa Izin Sarwendah
- YouTube Nanda Persada
VoxPop – Video rekaman CCTV yang memperlihatkan momen pertengkaran di rumah Ruben Onsu kembali menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan langkah kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, yang dinilai telah memperlihatkan rekaman tersebut tanpa persetujuan Sarwendah.
Menanggapi kritik tersebut, Minola akhirnya memberikan penjelasan saat berbincang dalam podcast bersama Denny Sumargo. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengunggah atau mempublikasikan video CCTV tersebut ke media sosial sebagaimana yang ramai dibicarakan publik.
Menurut Minola, rekaman itu hanya diperlihatkan dalam konteks pembuktian ketika ada pertanyaan dari awak media mengenai berbagai isu yang berkembang.
Minola menepis anggapan bahwa dirinya secara sengaja menyebarluaskan video rekaman CCTV yang menjadi sorotan.
"Oh, saya enggak ada loh. Enggak ada artinya itu memposting video. Enggak ada. Saya kalau menunjukkan mengenai masalah pentransferan itu hanya menunjukkan ke teman-teman media yang bertanya," kata Minola yang dikutip dari YouTube Denny Sumargo pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa materi yang ditunjukkan berasal dari Ruben Onsu sendiri sebagai bagian dari dokumen yang dinilai dapat digunakan untuk menjawab tudingan yang beredar.
"Ruben bilang ini sebagai landasan bagi kami untuk meng-counter itu," lanjutnya.
Minola juga menanggapi pertanyaan mengenai etika penggunaan rekaman yang melibatkan pihak lain. Menurutnya, jika seluruh alat bukti harus memperoleh persetujuan dari semua pihak yang terekam, maka proses pembuktian hukum akan menjadi sulit dilakukan.
Ia menilai penggunaan bukti harus dilihat dari tujuan penggunaannya, bukan semata-mata dari ada atau tidaknya izin.
"Kalau tujuannya bukan mencemarkan nama baik, tujuannya bukan untuk kepentingan yang di luar hukum, saya kira ini harusnya sesuatu hal yang tidak perlu dipersoalkan," ujarnya.
Menurut Minola, alat bukti yang relevan justru diperlukan untuk menjelaskan suatu perkara. Jika setiap bukti harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pihak yang terkait, proses penyampaian fakta kepada publik maupun dalam ranah hukum akan menghadapi banyak hambatan.
Dalam perbincangan tersebut, Denny Sumargo juga menyampaikan adanya komentar dari warganet yang menilai penjelasan mengenai video CCTV dianggap belum lengkap. Sebagian netizen disebut ingin mengetahui alasan di balik pertengkaran yang terekam dalam video tersebut.
Namun, Minola menegaskan bahwa dirinya tidak dapat bekerja berdasarkan keinginan publik di media sosial.
"Loh, kan tidak bisa bekerja bertindak berdasarkan kemauan netizen. Sepuluh netizen sebelas keinginan. Yang mana yang lu mau ikutin, Den?" ucapnya.
Ia menambahkan bahwa seorang advokat memiliki tanggung jawab profesional untuk memperjuangkan kepentingan hukum klien, bukan memenuhi rasa penasaran masyarakat.
Di akhir penjelasannya, Minola kembali menekankan bahwa seluruh langkah yang diambilnya didasarkan pada kepentingan hukum Ruben Onsu sebagai klien.
Menurutnya, pengacara harus tetap bersikap independen dalam menentukan strategi pembelaan dan tidak boleh dipengaruhi oleh opini yang berkembang di media sosial.
"Maka pengacara itu harus independen tetap yang dia lakukan menurut tata cara bagaimana ingin memperjuangkan kepentingan hukum kliennya, bukan untuk memuaskan keinginan dari netizen," tegas Minola.
Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas berbagai kritik yang muncul setelah rekaman CCTV menjadi bahan pembahasan di ruang publik. Minola menegaskan bahwa apa yang dilakukannya merupakan bagian dari upaya memberikan klarifikasi terhadap isu yang berkembang, bukan untuk menyerang atau merugikan pihak lain.
