Masih Ingat Fendy Pradana? Dulu Jadi Idola Era 90-an, Kini Putranya Mario Caesar Jadi Bintang Baru Favorit Gen Z

Fendy Pradana dan putranya, Mario Caesar
Sumber :
  • Instagram

VoxPop – Nama Fendy Pradana tentu masih melekat di ingatan pencinta film laga Indonesia era 1980 hingga 1990-an. Aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Brama Kumbara dalam film Saur Sepuh itu pernah menjadi salah satu bintang laga paling populer di Tanah Air.

img_title Kemenkes Buka Suara soal Viral Komentar Nirempati Nakes ke Pasien

Kini, puluhan tahun setelah masa kejayaannya, bakat seni Fendy Pradana tampaknya diwariskan kepada sang putra, Mario Caesar. Berbeda dengan ayahnya yang dikenal lewat film kolosal dan laga, Mario berhasil mencuri perhatian generasi muda melalui dunia musik, akting, hingga konten digital.

Belakangan, nama Mario Caesar semakin sering menjadi perbincangan setelah lagu "Sempurnanya Aku" dari NPD (New Pusat Dunia) yang digawangi olehnya bersama Niky Putra, dan Kev, viral di berbagai platform media sosial. Popularitas tersebut turut membuka jalan baginya untuk semakin dikenal sebagai aktor muda berbakat.

img_title BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

Fendy Pradana, Ikon Film Kolosal Indonesia

Pada masanya, Fendy Pradana merupakan salah satu aktor laga yang memiliki basis penggemar besar. Wajahnya identik dengan karakter-karakter pendekar yang kuat dan berwibawa.

img_title Omongan Jujur Mariano Peralta usai Dimainkan Hanya Sebentar saat Persib Bandung Taklukkan Persija Jakarta 2-1

Perannya sebagai Brama Kumbara dalam film Saur Sepuh menjadi titik balik yang mengangkat namanya di industri perfilman nasional. Tak hanya itu, ia juga dipercaya memerankan tokoh Sembara dalam adaptasi kisah populer Misteri Gunung Merapi, yang sebelumnya dikenal luas melalui sandiwara radio.

Lewat berbagai film kolosal, Fendy berhasil membangun citra sebagai aktor laga papan atas pada era 1980 hingga 1990-an.

Beberapa film yang pernah dibintanginya antara lain:

  • Saur Sepuh: Satria Madangkara (1988)
  • Saur Sepuh II: Pesanggrahan Keramat (1988)
  • Malam Satu Suro (1988)
  • Saur Sepuh III: Kembang Gunung Lawu (1989)
  • Misteri dari Gunung Merapi: Penghuni Rumah Tua (1989)
  • Misteri dari Gunung Merapi: Titisan Roh Nyai Kembang (1989)
  • Misteri dari Gunung Merapi: Perempuan Berambut Api (1990)
  • Pusaka Penyebar Maut (1990)
  • Suromenggolo (1991)
  • Saur Sepuh V: Istana Atap Langit (1992)
  • Prabu Anglingdarma IIIb: Pemburu dari Neraka (1994)
  • Sesepuh Majapahit (1995)

Deretan karya tersebut membuat nama Fendy Pradana dikenang sebagai salah satu legenda film laga Indonesia.

Mario Caesar Bersinar di Generasi Baru

Jejak karier sang ayah kini diteruskan oleh Mario Caesar. Meski tumbuh di era yang berbeda, Mario mampu membangun identitasnya sendiri di industri hiburan.

Ia lebih dulu dikenal sebagai konten kreator yang memiliki banyak penggemar dari kalangan Generasi Z. Gaya penyampaiannya yang santai dan dekat dengan anak muda membuat namanya semakin populer di media sosial.

Tak berhenti di dunia digital, Mario kemudian melebarkan sayap ke industri musik. Lagu "Sempurnanya Aku" berhasil menarik perhatian publik dan ramai digunakan di berbagai platform. Popularitas tersebut semakin memperkuat eksistensinya sebagai salah satu talenta muda yang sedang naik daun.

Mulai Meniti Karier di Dunia Akting

Selain musik, Mario Caesar juga mulai serius menekuni dunia seni peran. Salah satu penampilannya yang banyak mendapat apresiasi adalah ketika memerankan karakter Danu dalam film Tinggal Meninggal (2025).

Dalam film tersebut, Danu digambarkan sebagai rekan kerja karakter yang diperankan Omara Esteghal. Tokohnya memiliki sifat iri, kerap berbohong, dan berusaha tampil seolah memiliki kehidupan mewah.

Karakter tersebut dinilai berhasil dimainkan dengan baik sehingga mampu meninggalkan kesan bagi penonton sepanjang film berlangsung.

Selain itu, Mario juga ikut tampil dalam film Agak Laen: Menyala Pantiku, yang semakin menambah daftar pengalaman aktingnya di industri perfilman.

Bakat Mengalir dari Ayah ke Anak

Perjalanan Fendy Pradana dan Mario Caesar menunjukkan bagaimana bakat seni bisa hadir lintas generasi.

Jika Fendy dikenal sebagai ikon film laga kolosal Indonesia, Mario memilih jalur yang lebih sesuai dengan perkembangan industri hiburan masa kini. Ia aktif sebagai aktor, musisi, sekaligus konten kreator yang dekat dengan audiens muda.

Meski meniti karier di era yang berbeda, keduanya sama-sama berhasil menarik perhatian publik melalui kemampuan masing-masing.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto (tengah)

Identitas Pria yang Dimutilasi Dalam Karung di Depok Akhirnya Terbongkar

Jasad pria termutilasi di dalam karung yang menggegerkan warga Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya berhasil diungkap oleh kepolisian.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut