Perjuangan Daniel Sahuleka Penyanyi Kelahiran Semarang, Siang Kerja, Malam Bernyanyi di Kafe hingga Terkenal di Eropa

Daniel Sahuleka
Sumber :

VoxPop – Bagi penikmat musik era 1970-an hingga 1980-an, nama Daniel Sahuleka tentu bukan sosok yang asing. Penyanyi berdarah Indonesia-Belanda ini melahirkan sejumlah lagu yang masih dikenang hingga sekarang, seperti You Make My World So Colourful dan Don't Sleep Away the Night. 

img_title Kabar Duka, Penyanyi Ternama Tahun 80-an Malyda Meninggal Dunia

Suara khas dan sentuhan pop-jazz yang dibawakannya membuat Daniel berhasil menembus pasar musik internasional, terutama di Eropa.

Namun, perjalanan menuju kesuksesan itu tidak diraih dalam semalam. Jauh sebelum namanya dikenal sebagai musisi papan atas, Daniel Sahuleka pernah menjalani kehidupan yang jauh dari gemerlap panggung. Ia bekerja sebagai pegawai perusahaan listrik pada siang hari, lalu menghabiskan malam dengan bernyanyi di kafe-kafe lokal demi mengejar impiannya menjadi penyanyi profesional.

img_title Penyanyi Lawas Ramaikan Tembang Kenangan, Galang Dana untuk Gempa Cianjur

Lahir di Semarang, Tumbuh dengan Akar Budaya Indonesia

Daniel Sahuleka sendiri lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 6 Desember 1950. Ia merupakan putra dari Simon Pieter Sahuleka yang berasal dari Saparua, Maluku, dan Juarsi Mohanab yang lahir di Pontianak, Kalimantan Barat. Dari garis ibunya, Daniel juga memiliki darah Sunda dan Tionghoa.

img_title Nur Afni Pindah Agama Usai Ngaku Lihat Ini di Atas Kabah

Meski kemudian menetap di Belanda, kedekatan Daniel dengan Indonesia tetap terasa dalam perjalanan hidup maupun karya-karyanya. Beberapa lagu yang diciptakannya bahkan menghadirkan nuansa musik yang terinspirasi dari tanah leluhurnya di Maluku.

Pernah Menjadi Pegawai Perusahaan Listrik

Perjalanan karier Daniel dimulai jauh sebelum ia dikenal sebagai penyanyi internasional. Saat berusia 18 tahun, ia bekerja sebagai pegawai di perusahaan listrik HF Waalders yang berada di Winterswijk, Belanda.

Di sela-sela pekerjaannya, Daniel tidak pernah meninggalkan kecintaannya pada musik. Setiap malam, ia tampil di berbagai kafe lokal untuk mengasah kemampuan bernyanyi sekaligus mencari pengalaman tampil di depan penonton.

Rutinitas itu dijalaninya dengan penuh konsistensi. Siang hari ia bekerja seperti karyawan pada umumnya, sedangkan malam hari ia mengejar cita-citanya sebagai musisi. Pengalaman tampil dari satu panggung kecil ke panggung lainnya perlahan membuka jalan menuju industri rekaman.

Dukungan Sang Istri Menjadi Titik Balik

Perubahan besar dalam hidup Daniel datang berkat dukungan sang istri, Alice Sahuleka. Melihat bakat yang dimiliki suaminya, Alice mendorong Daniel untuk mencoba masuk ke dapur rekaman agar karya-karyanya dapat didengar lebih banyak orang.

Kesempatan itu akhirnya datang pada 1977 ketika penyanyi pop Belanda, Rudy Bennett, mengajaknya bergabung dengan Polydor Records di Blaricum, Belanda Utara.

Di label rekaman tersebut, Daniel merilis lagu You Make My World So Colourful dengan aransemen dari komposer Belanda Dick Bakker. Lagu tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya di industri musik.

Tak lama berselang, Daniel kembali merilis Don't Sleep Away the Night, lagu yang kemudian berhasil meraih popularitas di berbagai negara Eropa dan juga Indonesia. Dua lagu tersebut hingga kini masih menjadi karya yang paling melekat dengan sosok Daniel Sahuleka.

Namanya Bersinar di Eropa

Memasuki awal dekade 1980-an, karier Daniel semakin berkembang. Ia meluncurkan sejumlah lagu yang mendapat sambutan hangat, di antaranya Wake Up dan We'll Go Out Tonight.

Puncak popularitasnya datang pada 1982 ketika ia menjadi vokalis lagu Giddyap a Gogo, karya Ad Visser. Lagu tersebut berhasil masuk ke tangga lagu Dutch Top 40, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu penyanyi yang diperhitungkan di industri musik Eropa.

Kesuksesan itu membuka banyak kesempatan baginya untuk tampil di berbagai festival jazz internasional. Daniel juga menerima sejumlah penghargaan di Indonesia, Eropa, hingga Los Angeles sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya di dunia musik.

Tetap Berkarya Selama Puluhan Tahun

Meski popularitasnya mengalami pasang surut, Daniel tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia musik. Pada dekade 1990-an, ia memang lebih jarang merilis rekaman baru, tetapi masih aktif menggelar konser dan mengerjakan berbagai proyek musik.

Pada 1993, ia merilis singel I Adore You. Beberapa tahun kemudian, Daniel kembali menghadirkan album Colorfool yang di dalamnya terdapat lagu Berdendang, sebuah karya yang kental dengan nuansa musik dari tanah leluhurnya di Maluku.

Kesuksesannya kembali berlanjut pada 2007 melalui lagu If I Didn't. Dua tahun kemudian, ia merekam ulang dua lagu legendarisnya, You Make My World So Colourful dan Don't Sleep Away, untuk dimasukkan ke dalam album reMAKE mySTYLE.

Sepanjang kariernya, Daniel dikenal sebagai musisi yang produktif. Ia telah merilis berbagai album, mulai dari Sahuleka pada 1976, Sahuleka 2, Sunbeam, The Loner, Everyday Should Be a Christmasday, hingga I Adore You. Setelah itu, ia kembali melahirkan sejumlah album seperti Rahasia Sahuleka, Sahuleka's World – Collection 1, After the Jetlag, Colorfool, Christmas Love, reMAKE mySTYLE, dan Dad's Request yang menjadi album studionya pada 2015.

Selain album, Daniel juga menghasilkan banyak singel yang memperkaya perjalanan kariernya. Beberapa di antaranya adalah Marie Claire, Love To Love You, The Change, Long Distance Highway, Finally Home Again, Imagine, Bulan Pakai Payung, Simphoni, hingga Dust of Life.

Bagaimana Kabar Daniel Sahuleka Sekarang?

Kini, Daniel Sahuleka diketahui masih menetap di Winterswijk, Belanda. Di usianya yang telah memasuki pertengahan 70-an, ia memilih menjalani kehidupan yang lebih tenang, jauh dari sorotan industri hiburan seperti saat berada di puncak popularitas.

Meski demikian, Daniel belum benar-benar berhenti berkarya. Kehadirannya mungkin tidak lagi sesering dahulu di atas panggung, tetapi karya-karyanya tetap hidup dan terus dikenang oleh para penggemar di Indonesia maupun Eropa.

Perjalanan Daniel Sahuleka menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu datang secara instan. Berawal dari seorang pegawai perusahaan listrik yang menghabiskan malam dengan bernyanyi di kafe, penyanyi kelahiran Semarang itu berhasil mengukir namanya sebagai salah satu musisi Indonesia berdarah Belanda yang sukses menembus pasar musik internasional.

Penyanyi lawas Rafika Duri

Masih Ingat Rafika Duri? Begini Kehidupan Penyanyi Legendaris 70-an yang Dulu Tenar Lewat 'Hati Tertusuk Duri'

Masih ingat Rafika Duri? Penyanyi legendaris era 1970-an ini kini berusia 66 tahun, tetap aktif bernyanyi, sehat, dan rutin membagikan konten lagu lawas di media sosial.

img_title
VoxPop.co.id
29 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut