Dimalingi Karyawan Rp500 Juta Lebih, Ternyata Ini Sumber Penghasilan Tasyi Athasyia
- IG @tasyiiathasyia
Sebagai figur publik dengan pengikut dalam jumlah besar, Tasyi memiliki nilai komersial tersendiri bagi perusahaan yang ingin menjangkau audiens melalui media sosial.
5. Bisnis dan Aktivitas di Dunia Fesyen
Sebelum dikenal luas melalui konten makanan, Tasyi juga pernah berkecimpung di bidang fesyen dan dunia hiburan. Ia diketahui mulai terjun ke industri hiburan sebagai penyanyi pada 2011.
Pengalaman tersebut kemudian berkembang ke berbagai aktivitas lain hingga akhirnya media sosial menjadi salah satu ruang utama untuk membangun personal branding.
Berasal dari Keluarga dengan Latar Belakang Bisnis
Kehidupan Tasyi juga tidak bisa dilepaskan dari latar belakang keluarganya. Ia merupakan bagian dari keluarga yang telah lama dikenal publik.
Ibunya dikenal sebagai pengusaha, sementara saudari kembarnya, Tasya Farasya, sukses membangun karier sebagai beauty influencer. Suami Tasyi juga diketahui memiliki aktivitas sebagai pengusaha dan menjabat sebagai CEO.
Dugaan Kerugian Rp500 Juta Lebih
Sorotan terhadap kondisi finansial Tasyi muncul setelah ia mengungkap dugaan pencurian barang oleh salah satu karyawannya.
Tasyi menyebut kehilangan tersebut berlangsung secara bertahap selama sekitar satu tahun. Awalnya, ia menemukan sekitar lima tas yang hilang setelah selesai merenovasi walk-in closet.
Kasus tersebut kemudian mulai terbuka ketika timnya menemukan notifikasi transaksi yang diduga berkaitan dengan penjualan barang miliknya.
“Notifikasi kalo barang ini sudah terjual, dan pas dia liat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia di check dan ketika dia scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang2 aku yg selama ini hilang, total saat ini yg ketauan ada 12 barang, dan hampir semua dijual di sumber yang sama,” terang Tasyi.
Setelah bukti ditemukan, Tasyi mengaku memilih membawa persoalan tersebut ke pihak berwajib. Ia juga menyebut karyawan tersebut akhirnya mengakui telah menjual barang lain yang jumlahnya disebut lebih banyak.
Kini, selain masih aktif membangun karier di dunia digital, Tasyi juga harus menghadapi persoalan hukum tersebut.
