Kronologi Daus Mini Diduga Dapat Ancaman Pembunuhan, Berawal dari Adanya Akun Palsu
- Aiz Budhi/VoxPop
VoxPop – Komedian Daus Mini tengah menghadapi persoalan serius setelah identitasnya diduga dicatut oleh sejumlah akun media sosial. Tak hanya membuatnya mengalami tekanan psikologis, persoalan tersebut kini berkembang menjadi dugaan ancaman pembunuhan terhadap dirinya.
Kasus ini bermula ketika muncul akun media sosial yang menggunakan identitas Daus Mini dan diduga mengunggah berbagai konten bernada negatif. Keberadaan akun tersebut membuat sejumlah orang mengira bahwa konten yang beredar benar-benar dibuat oleh sang komedian.
Daus Mini mengaku situasi tersebut sempat membuat dirinya merasa stres. Pasalnya, pencatutan identitas itu bukan hanya berdampak di dunia maya, tetapi juga mulai memengaruhi interaksinya ketika berada di tempat umum.
"Awalnya iya (stres). Tapi ada abang yang kasih semangat, 'udah santai, biar kita obrolin, kita selesaikan," ujar Daus Mini, mengutip tayangan YouTube, Minggu 9 Agustus 2026.
Ia menceritakan bahwa dirinya beberapa kali harus memberikan penjelasan kepada orang yang telanjur percaya dengan informasi dari akun yang diduga palsu tersebut. Situasi itu membuat Daus Mini merasa tidak nyaman karena harus menghadapi anggapan yang sebenarnya tidak berkaitan dengan dirinya.
"Kalau ke mana-mana ada yang kemakan omongan dia. Akhirnya ada yang nunjuk-nunjuk, 'sini, ngomong-ngomong, apa maksud lu?' Padahal kita baru nyampe. Akhirnya kita jelasin," tambahnya.
Daus Mini Pilih Tempuh Jalur Hukum
Menghadapi persoalan tersebut, Daus tidak memilih menyelesaikannya sendiri. Ia menyerahkan proses hukum kepada kuasa hukumnya untuk mengusut pihak yang diduga menggunakan identitasnya secara tidak bertanggung jawab.
Daus juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan identitas orang lain hanya demi mendapatkan perhatian di media sosial. Menurutnya, seseorang seharusnya berani tampil dengan identitasnya sendiri tanpa perlu membuat sensasi dengan mencatut nama pihak lain.
"Lebih baik jadi jati diri sendiri. Enggak usah mencari sensasi yang aneh-aneh. Jadilah jati diri sendiri, lebih enak," jelasnya.
Persoalan tersebut kemudian memasuki babak yang lebih serius setelah kuasa hukum Daus Mini, Zecky Alatas, mengungkap adanya dugaan ancaman pembunuhan yang diterima kliennya.
Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Ancaman Pembunuhan
Zecky mengatakan dugaan ancaman tersebut berasal dari akun Instagram. Pihaknya telah mengumpulkan sejumlah bukti dan berencana membuat laporan polisi secara terpisah dari perkara pencatutan identitas.
Sebelumnya, laporan mengenai dugaan pencatutan identitas telah dibuat pada Jumat, 7 Agustus 2026. Namun, dugaan ancaman pembunuhan dinilai sebagai perkara berbeda sehingga akan dilaporkan melalui proses hukum tersendiri.
"Semua ada tiga akun. Tapi minggu depan akan ada laporan lagi dengan case yang berbeda. Ini di Instagram adanya pengancaman pembunuhan kepada klien kami," ujar Zecky.
Menurut Zecky, ancaman tersebut tidak sekadar berupa komentar negatif. Ada pernyataan yang secara terang-terangan menyebut keinginan untuk membunuh Daus Mini.
"Sudah ada yang menyebut untuk mengancam membunuh. Itu nanti akan kita buat laporan tersendiri, kemungkinan di Krimum," jelasnya.
Pihak kuasa hukum mengaku telah memiliki sejumlah barang bukti yang dapat digunakan untuk mendukung laporan tersebut. Salah satunya adalah foto yang diduga berkaitan dengan orang yang berada di balik akun tersebut.
"Ada fotonya, orangnya itu jelas. Cuma alamatnya kita enggak tahu, nanti biar penyidik yang mencari tahu," ujarnya.
"Insya Allah kita percayakan kepada penyidik. Semua penyidik yang ada di Polda Metro Jaya pasti profesional," jelasnya.
Dengan adanya dugaan ancaman tersebut, persoalan yang awalnya hanya berkaitan dengan akun palsu kini berpotensi masuk ke ranah hukum yang lebih serius. Tim kuasa hukum Daus Mini pun memastikan akan mengambil langkah hukum untuk memberikan perlindungan kepada kliennya.
Sementara itu, Daus sebelumnya telah merasakan dampak langsung dari penyebaran informasi yang diduga berasal dari akun palsu tersebut. Ia sempat mengalami stres hingga harus menghadapi orang-orang yang meminta pertanggungjawaban atas konten yang sebenarnya tidak dibuat olehnya.
Kini, penyelesaian kasus tersebut sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Pihak Daus berharap identitas pengelola akun maupun pihak yang diduga melontarkan ancaman dapat segera diketahui melalui proses penyelidikan.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penggunaan identitas orang lain di media sosial bukan perkara sepele, terlebih apabila aktivitas tersebut disertai penyebaran informasi merugikan hingga dugaan ancaman terhadap keselamatan seseorang.
