Deretan Barang Tasyi Athasyia yang Dimaling Karyawan hingga Rugi Setengah Miliar
- IG @tasyiiathasyia
VoxPop – Tasyi Athasyia kembali menghadapi persoalan yang melibatkan karyawan. Selebgram yang merupakan saudari kembar Tasya Farasya itu mengungkap dugaan pencurian sejumlah barang berharga miliknya yang disebut telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun.
Kasus tersebut terungkap setelah Tasyi dan tim menemukan sejumlah bukti transaksi yang diduga berkaitan dengan barang-barang miliknya yang hilang. Dari penelusuran sementara, setidaknya terdapat 12 barang yang diketahui telah dijual kembali.
Nilai kerugian yang dialami Tasyi pun tidak sedikit. Berdasarkan barang yang sudah berhasil teridentifikasi, total kerugiannya disebut telah mencapai lebih dari Rp500 juta.
Kabar tersebut disampaikan Tasyi melalui unggahan di Instagram pribadinya. Ia mengaku kejadian itu kembali membuatnya harus berhadapan dengan persoalan kepercayaan terhadap orang yang bekerja untuknya.
Lima Tas Tasyi Hilang Setelah Walk-in Closet Direnovasi
Dugaan pencurian mulai dicurigai Tasyi setelah ia menyelesaikan renovasi walk-in closet pada sekitar awal Maret. Ketika hendak menata kembali koleksi pribadinya, ia menyadari beberapa barang ternyata sudah tidak berada di tempatnya.
Salah satu yang paling awal diketahui hilang adalah koleksi tas. Tasyi menyebut terdapat sekitar lima tas yang tidak ditemukan. Pada saat itu, ia belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sehingga memilih untuk tidak langsung menuduh siapa pun.
“Jadi awalnya sekitar bulan Maret awal, aku baru selesai renovasi walk in closet Dan mau rapihin tas tas aku, tiba-tiba ada sekitar 5 tas aku hilang,” terang Tasyi, dikutip Minggu 9 Agustus 2026.
Namun, kehilangan tersebut ternyata tidak berhenti pada lima tas. Seiring dilakukan pengecekan lebih lanjut, jumlah barang yang diduga hilang semakin bertambah.
Sepatu Milik Tasyi Teridentifikasi dalam Transaksi
Petunjuk penting muncul ketika salah satu anggota tim Tasyi mendapatkan notifikasi email yang berkaitan dengan aktivitas penjualan barang. Saat dilakukan pemeriksaan, salah satu produk yang tercantum ternyata merupakan sepatu milik Tasyi.
Tim kemudian menelusuri aktivitas transaksi lainnya. Dari sana, ditemukan sejumlah bukti yang diduga menunjukkan bahwa barang-barang Tasyi telah dijual melalui sebuah toko jual beli barang branded di media sosial.
“Notifikasi kalo barang ini sudah terjual, dan pas dia liat itu adalah sepatu aku, langsung sama dia dicheck dan ketika dia scroll dia menemukan semua bukti penjualan dan transaksi barang-barang aku yang selama ini hilang, total saat ini yang ketauan ada 12 barang, dan hampir semua dijual di sumber yang sama,” terangnya lagi.
Temuan tersebut membuat persoalan menjadi lebih serius. Sebab, kehilangan yang sebelumnya dianggap sebagai barang terselip atau tidak diketahui keberadaannya mulai memiliki titik terang setelah ditemukan jejak transaksi.
Barang Branded Disebut Dijual Kembali
Dari hasil penelusuran sementara, barang yang diduga telah dijual kembali bukan hanya satu jenis. Koleksi pribadi Tasyi, termasuk tas dan sepatu, disebut masuk dalam daftar barang yang ditemukan jejak transaksinya.
Tasyi mengatakan nilai seluruh barang yang sejauh ini berhasil teridentifikasi mencapai lebih dari Rp500 juta. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah lantaran karyawan yang bersangkutan disebut mengaku pernah menjual barang lebih banyak dari yang telah ditemukan.
“Setelah kita tunjukan bukti. Baru dia ngaku, bahkam dia bilang lebih banyak dari itu yang dia jual. Pas ditanya berapa banyak, dia jawab ga ingat karena banyak,” bebernya lagi.
Tasyi Sempat Ingin Memaafkan
Meski menemukan bukti transaksi, Tasyi mengaku sempat mempertimbangkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut tanpa membawa kasus ke jalur hukum.
Keputusan itu berubah setelah ia menilai karyawan yang bersangkutan tidak menunjukkan iktikad baik. Tasyi menyebut dirinya merasa kecewa karena orang tersebut dinilai tidak segera mengakui perbuatannya.
"Sebenarnya aku udah niat mau maafin aja, cuma karena dia sama sekali ga ada etikat baik untuk ngaku dan bohong terus, plus mengigat kasus aku yang sebelumya, ketika kariawan salah Kita maafin malah setelah dimaafkam mereka malah ngefitnah aku, akhirnya aku putusin untuk laporkan ke pihak berwajib,” beber saudari kembar Tasya Farasya tersebut.
Tasyi kemudian memutuskan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwajib setelah bukti-bukti dugaan pencurian terkumpul.
Persoalan ini rupanya tidak hanya membuat Tasyi mengalami kerugian secara finansial. Ia juga mengaku terpukul karena orang yang diduga terlibat merupakan karyawan yang selama ini telah mendapatkan kepercayaan darinya.
Tasyi bahkan mengungkap bahwa dirinya pernah memberikan berbagai bentuk apresiasi kepada karyawan tersebut, mulai dari peningkatan gaji, bonus, fasilitas kerja hingga kesempatan untuk bepergian bersama.
“Butuh waktu lebih dari 3 tahun untuk aku bisa percaya lagi sama orang. Dan terulang Iagi, karyawan aku masuk tanpa pengalaman, gajinya dulu cuma 1 juta di kantor yang lama, disini aku naikan di atas umr dan dibonusin, dijajanin, diajak jalan-jalan, dikasih ruangan fasilitas yg enak, taunya dia maling barang-barang aku dan udah dilakukan selama 1 tahun,” tulisnya lagi.
Tasyi mengatakan pengalaman tersebut mengingatkannya pada persoalan yang pernah dialami beberapa tahun sebelumnya ketika ia merasa difitnah oleh karyawan.
Karena itu, dugaan pencurian kali ini terasa lebih berat baginya. Ia menilai kerugian materi masih dapat dihitung, tetapi hilangnya kepercayaan menjadi hal yang jauh lebih sulit untuk dipulihkan.
“Yang bikin sakit adalah, rusaknya kepercayaan yang sudah dibangun, semua hari-hari penuh tawa dan kebahagiaan. Hancur seketika, semua memori-memori indah yang dilewatin bersama rusak karena penghianatan, dan aku lagi-lagi masuk ke dalam lingkar ini,” jelasnya.
