Empat Museum di Jakarta yang Dipercaya Angker
- Instragram @noerdhani
3. Museum Bahari
![]()
Museum ini terletak di area Pasar Ikan. Di sekitar museum ini juga ada objek wisata lain seperti menara Syahbandar dan galangan kapal VOC. Sebenarnya museum ini menceritakan kisah perjalanan kehidupan maritim di nusantara dengan koleksi perahu-perahu dan gudang-gudang yang dulunya menjadi tempat penyimpanan rempah-rempah VOC.
Namun ternyata museum ini juga menyimpan berbagai misteri. Mulai dari penampakan seorang gadis Belanda, hingga suara tangisan perempuan. Kemudian ada rumor menyebutkan adanya penampakan anak kecil yang tengah bermain-main di atas meriam, di bagian depan museum.
Tidak hanya itu, dikabarkan lukisan Laksamana Malahayati, yang berada di lantai dua, pada bagian matanya bisa bergerak sendiri. Laksamana Malahayati adalah salah satu panglima angkatan perang kerajaan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Al Mukammil pada tahun 1589 – 1604.
4. Museum Taman Prasasti
![]()
Terletak di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat, museum ini awalnya merupakan pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober yang dibangun pada akhir abad 18 tepatnya pada 1795. Pada 1977, Pemakaman Kebon Jahe Kober resmi dijadikan museum oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
Di sini berdiri prasasti yang dihiasi tengkorak Pieter Erbelrveld tertancap pada pedang. Tengkorak tersebut awalnya asli, tapi kemudian diganti dengan tiruan. Ia adalah seorang campuran Jerman dan Thailand yang membenci orang-orang Belanda. Dia kemudian tewas dihukum gantung oleh pemerintah Belanda.
Para pengunjung yang datang ke museum diketahui ada yang pernah menyaksikan tengkorak itu mengeluarkan air mata. Pengunjung juga dikabarkan mendengar suara tangisan yang diketahui berasal dari prasasti Pieter Erbelrveld.
