FOTO: Indahnya Goa Hawang, Maluku yang Penuh Misteri
- VoxPop/ Lutfi Dwi Pujiastuti
VoxPop – Kepulauan Kei, Maluku ternyata menyimpan banyak keindahan. Tak hanya pantai dan pulau yang indah dan tak terjamah, pulau itu juga punya pesona lain yang bisa jadi magnet untuk wisatawan. Hawang Cave atau Goa Hawang, Desa Letvuan, Kabupaten Maluku Tenggara salah satunya.
Lokasinya tersembunyi, namun saat tiba di goa ini, siapa pun pasti akan terpesona. Airnya yang super jernih membuat wisatawan yang datang seakan tertarik untuk segera menceburkan diri. Namun, sebelum bermain dan menikmati segarnya air goa ini, Anda harus tahu, goa ini menyimpan banyak misteri yang hingga kini menjadi mitos yang seringkali diceritakan warga sekitar pada wisatawan yang datang.
Mitos yang paling terkenal di Goa Hawang sendiri merupakan kutukan batu yang membuat seorang pria dan anjingnya berubah menjadi batu setelah mereka meminum air dalam goa tersebut namun kemudian malah mengeluarkan sumpah serapah.
"Dulu ada seorang bapak, namanya Taran Yaf. Taran itu sebutan bapak. Pekerjaan sehari-harinya sebagai pemburu," kisah Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, Budhi Toffi saat acara Press Tour Maluku Tenggara beberapa waktu lalu.
Dilanjutkan Budhi, Taran Yaf mengejar seekor babi bersama dua ekor anjingnya. Lalu babinya masuk ke dalam goa untuk sembunyi. Taran Yaf mencari babi itu, namun tak juga ditemukan. Akhirnya, dia merasa lelah lalu kehausan dan minum air di dalam goa.
"Setelah minum, bapak itu mengeluarkan kata-kata makian, akhirnya bapak dan dua ekor anjingnya berubah jadi batu kena kutuk. Batu seperti tonggak itu dipercaya sebagai Taran Yaf. Dua batu yang ada di dasar goa dipercaya sebagai anjing. Lalu dianggap sebagai goa yang angker."
Goa Hawang pun dimaknai oleh masyarakat setempat sebagai setan, ilmu hitam artinya. Tapi kemudian, karena jadi kepercayaan dan sering digunakan sebagai tempat semedi atau bertapa, tempat ini pun dianggap sebagai tempat suci.
"Dulu masyarakat di Kei kebanyakan penganut animisme dan dinamisme. Dulu digunakan sebagai tempat pemujaan dan pertapaan. Dipercaya untuk ibu-ibu yang belum punya anak, kalau masuk dan mandi di goa ini bisa punya anak."
