Ber-selfie Ria di Saralas Garden, Kebun Bunga Cantik di Bantul
- VoxPop/Daru Waskita (Yogyakarta)
"Dari pada lahan ini nganggur, kenapa tidak diberdayakan dan pemuda kampung ada pekerjaan sampingan," tuturnya.
Kamijan, salah satu pemuda kampung sekitar mengaku cukup terbantu dengan pekerjaan mengurus Salaras Garden.
"Dulu saya nganggur. Hanya buruh di sawah, namun kini ada kerjaan pasti dan hasilnya jelas," ujarnya.
Meski pemilik kebun bunga sifatnya pribadi, namun banyak warga yang dilibatkan dalam pengelolaan kebun bunga sehingga semuanya menikmati keberadaan Saralas Garden ini.
"Meski lahan pribadi, namun dalam pengelolaan melibatkan pemuda di kampung. Itu yang membedakan dengan kebun bunga lainnya," ucapnya.
Pria -berusia 40an tahun ini mengaku saat hari biasa kunjungan wisatawan mencapai puluhan, namun saat libur akhir pekan bisa mencapai ratusan dalam satu hari.
"Ya, masih sedikit dibandingkan kebun bunga lainnya, tapi di tempat kita lebih murah karena tak perlu bayar TPR,” kata dia menambahkan.
