Gili Ketapang, dari Desa Nelayan Jadi Kampung Wisata
- VoxPop.co.id/Nur Faishal
Dibukanya wisata pantai tentu saja berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan warga Gili Ketapang karena warga setempat dilibatkan. Untuk snorkeling, misalnya, Muhammad mengatakan, ada 13 kelompok pengelola. Masing-masing kelompok melibatkan 10-15 orang.
"Izinnya dari dinas pariwisata dan dibina kepala desa," ucap dia.
Muhammad mengaku, MDH Snorkeling dalam sebulan bisa melayani 400-500 orang yang ingin bersnorkeling. Hitung saja pendapatan yang diperoleh jika per orang ditarik biaya paket Rp90 ribu. Itu belum jasa mengantar para penghobi mancing. Biasanya, tempat ini ramai pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu.
Bukan hanya kaum Adam, para perempuan di Gili Ketapang juga ikut berperan. Kaum Hawa yang menyediakan kuliner khas pesisir kepada para pengunjung. Pernak-pernik kenangan juga mereka jual. "Tidak hanya warga sini, warga dari timur juga ikut kerja di sini," ucap Muhammad. (ren)
